The Path To Financial Freedom, EduFulus – Keputusan mengejutkan Iman Rachman untuk menanggalkan jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (30/1/2026) memicu gelombang reaksi di media sosial.
Jagat maya, khususnya platform X, riuh dengan perdebatan yang terbelah antara apresiasi atas budaya tanggung jawab dan kecurigaan terkait motif politik di baliknya.
Budaya Tanggung Jawab yang Langka
Banyak netizen yang melayangkan pujian terhadap sikap Iman Rachman.
SIMAK JUGA: Wow, Iman Rachman Mundur dari Jabatan Dirut BEI Pasca Guncangan Indeks MSCI
Mereka menilai pengunduran diri pasca “rontoknya” IHSG akibat kebijakan MSCI adalah langkah ksatria yang jarang terlihat di kursi pejabat publik Indonesia.
Pendiri Kaskus, Andrew Darwis (@adarwis), turut memberikan apresiasinya melalui sebuah unggahan.
“Direktur Bursa Efek Indonesia memilih mundur. Sikap yang elegan, bertanggung jawab, dan patut dicontoh. Inilah budaya kepemimpinan yang kita butuhkan,” tulisnya.
Senada dengan itu, akun @KUHCENG menyebut aksi ini sebagai “KUHCENG” (Keren) karena berani pasang badan saat harga diri bursa saham Indonesia seolah diinjak-injak pihak asing.
“Mantap… budaya kayak gini harus diberikan jempol,” cuitnya.
Spekulasi “Ganti Gerbong” dan Intervensi Politik
Namun, tidak semua warganet melihat keputusan ini murni sebagai etika profesional. Sebagian netizen mulai berspekulasi mengenai siapa yang akan mengisi kekosongan kursi “BEI 1”. Isu nepotisme dan intervensi kabinet pun mencuat.
Akun @ddddeeeennnnn mempertanyakan apakah ini bagian dari strategi politik tertentu. “Ganti gerbong? kira-kira ponakan/ipar/kerabat mana yang bakal masuk gantiin dia?” tulisnya ketus.
Kecurigaan serupa datang dari akun @reydjati yang mempertanyakan apakah pengunduran diri ini murni sukarela. “Mundur atau dicopot min? Kalau gak didatengin orang dari kabinet, bakal mundur gak ya,” cetusnya merespons pemberitaan tersebut.
Desakan yang Sudah Lama Bergulir
Menariknya, tuntutan agar Iman Rachman mundur ternyata sudah disuarakan oleh sebagian investor ritel sejak beberapa hari lalu saat performa IHSG mulai tidak stabil.
Akun @kaperfuture terpantau berulang kali mengunggah desakan serupa sejak 28 Januari.
“Mending fokus desak si botak itu untuk mundur… ketimbang senggol tim grafik bursa saham yang performanya tidak pernah stabil,” tulisnya dalam rangkaian unggahan yang viral.
Harapan Bersih-bersih Internal
Di tengah pro dan kontra, harapan agar bursa segera berbenah tetap menjadi poin utama.
Akun @Jonsnowwinter3 menilai mundurnya “biang kerok” di bursa adalah sinyal positif agar pasar modal Indonesia kembali dipercaya dunia internasional.
Menurutnya, ancaman turun ke frontier market bisa dihindari selagi BEI mau melakukan evaluasi total.
Saat ini, posisi Direktur Utama BEI diisi oleh seorang Pelaksana Tugas (Plt) hingga RUPST memutuskan sosok definitif yang akan menakhodai pasar modal Indonesia keluar dari zona merah.
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply