
JAKARTA, KalderaNews.com – Layanan internet raksasa telekomunikasi Indonesia, Telkomsel dan IndiHome, mengalami gangguan masif secara nasional pada Kamis (22/1/2026) mulai pukul 11:03 WIB.
Penurunan kualitas layanan data ini memicu kehebohan di berbagai penjuru tanah air, mulai dari Pulau Jawa, Kalimantan, hingga Nabire di Papua.
Para pelanggan mengeluhkan kondisi aneh di mana perangkat menunjukkan sinyal penuh dan status terkoneksi, namun akses ke aplikasi digital maupun platform Over-The-Top (OTT) sama sekali tidak berjalan.
BACA JUGA:
- Siapkah Guru Indonesia Hadapi Era Artificial Intelligence (AI)? Hasil Riset BRIN: Mengkhawatirkan!
- Tingkatkan Kemampuan Artificial Intelligence Siswa, SMA Tarakanita 2 Konsisten Hadirkan AI Ignition Training
- 3 Contoh Peran Artificial Intelligence untuk Melawan Perubahan Iklim
Situasi ini pun langsung memuncaki percakapan di media sosial X dengan tagar #IndiHomeDown dan “Telkomsel Error” seiring dengan terhentinya aktivitas produktivitas, transaksi digital, hingga kuliah daring jutaan pengguna.
Menanggapi krisis tersebut, VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, akhirnya buka suara dan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan yang terdampak.
Fahmi mengonfirmasi bahwa saat ini tim teknis Telkomsel telah dikerahkan secara penuh untuk melakukan isolasi gangguan dan optimalisasi jaringan dengan prioritas tertinggi.
Meskipun gangguan telah terdeteksi sejak menjelang tengah hari, hingga saat ini pihak manajemen masih fokus pada percepatan pemulihan layanan agar dapat kembali normal sesegera mungkin tanpa merinci penyebab teknis utama di balik ambruknya jaringan tersebut.
Telkomsel berkomitmen untuk terus memantau kondisi jaringan secara end-to-end dan akan menyampaikan informasi terbaru secara berkala melalui kanal komunikasi resmi seperti Facebook, Instagram, dan X @telkomsel.
Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin menyampaikan keluhan, perusahaan menyediakan layanan Call Center di nomor 188.
Di tengah spekulasi yang beredar luas di media sosial, manajemen memastikan bahwa penanganan sedang berlangsung intensif demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap keandalan infrastruktur digital nasional di awal tahun 2026 ini.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply