
JAMBI, KalderaNews.com – Sekarang, giliran orangtua siswa yang laporkan guru SMK di Jambi buntut peristiwa adu jotos di sekolah!
Orangtua siswa berinisial MLF, yang adu jotos dengan guru SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, resmu membuat laporan ke Polda Jambi.
Siswa berinsial MLF didampingi ayah kandungnya H dan kuasa hukumnya mendatangi Polda Jambi.
BACA JUGA:
- Viral! Pengakuan Siswa Ungkap Kronologi Pengeroyokan Guru di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur: Bermula dari Teriakan “Woi” dan Minta Dipanggil “Prince”
- Guru SMK di Jambi yang Dikeroyok Siswanya Resmi Lapor Polisi, KPAI Minta Masalah Diselesaikan Damai
- Guru Agus yang Dikeroyok Siswa Resmi Lapor ke Polda Jambi, Ketua OSIS Minta Sang Guru Dipindahkan, Kenapa?
Karena guru tak mau damai!
Kuasa hukum MLF, Dian Burlian menyebut, laporan itu dilakukan lantaran pihak guru Agus Saputra dinilai enggan menyelesaikan kasus itu secara damai.
Sehingga, pihaknya juga mengambil langkah hukum melapor ke Polda Jambi.
“Selama ini kita mengharapkan agar kasus ini diselesaikan secara restorative justice. Tapi dari oknum guru ini tidak mau, bahkan membuat laporan. Kita tunggu tiga hari, tidak ada penyelesaian secara konkrit sehingga kita mengambil langkah hukum,” kata Dian.
Soal pemicu pemukulan itu yang terjadi, lantaran teriakan MLF yang diakui guru telah berkata tidak pantas.
Tapi, pihak MLF menyebut teriakan itu sebagai tidak diajukan kepada guru tersebut.
“Pada saat itu, dia tidak teriak kepada gurunya, tapi teriak kepada teman-temannya memberi instruksi ‘woi diamlah jangan ribut’. Di dalam ruangan gurunya juga ada. Jadi oknum guru ini masuk nanyain siapa yang bilang woi. Ya, karena dia (siswa) ini tidak merasa bersalah, dia maju, pas maju, ya, dipukul begitu,” paparnya.
Keributan guru dan siswa itu pun berlanjut. Ketika itu, siswa meminta agar Agus meminta maaf.
Tetapi, Dian menyebut bahwa Agus malah memukul kembali MLF, sehingga memicu keributan kembali yang berujung pada pengeroyokan terhadap Agus ketika berjalan menuju kantor.
Akibat aksi pemukulan tersebut, MLF mengalami luka lebam merah di pipi dan bengkak di hidungnya. MLF telah melakukan visum sebagai bukti laporan tersebut.
Adu jotos antara guru dan siswa SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur ini terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026.
Agus Saputra, guru yang dikeroyok siswanya itu telah lebih dulu melaporkan kasus dugaan pengeroyokan di Polda Jambi, pada Kamis lalu, 15 Januari 2026.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply