JAKARTA, KalderaNews.com – Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tengah diuji di Mahkamah Konstitusi (MK).
Sejumlah guru honorer melayangkan gugatan karena khawatir program ini memicu pemotongan anggaran pendidikan, yang berdampak pada rendahnya gaji PPPK paruh waktu dibandingkan tenaga honorer.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, angkat bicara untuk menenangkan para tenaga pendidik.
BACA JUGA:
- Ada-Ada Saja! Menteri Natalius Pigai Sebut Penolak Makan Bergizi Gratis (MBG) Sebagai Penentang HAM
- Riset Labsosio UI – Kemendikdasmen Klaim Program MBG Dongkrak Semangat Belajar Siswa
- Jadwal Penyaluran MBG Selama Ramadan dan Libur Idulfitri 2026, Kapan Dibagikan?
Ia menegaskan dengan sangat jelas bahwa program MBG tidak berdiri di atas pengorbanan kesejahteraan guru ataupun anggaran program strategis lainnya.
“Itu Tidak Benar”: Bantahan Tegas dari Mendikdasmen
Dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan MBG di Jawa Timur, Kamis (19/2/2026), Abdul Mu’ti memastikan bahwa kekhawatiran mengenai pemotongan anggaran adalah sebuah kesalahpahaman.
“Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa itu tidak benar. Program Presiden terkait pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya,” tegas Mu’ti di depan para menteri dan kepala daerah.
Senada dengan itu, Menteri Keuangan Purbaya juga sempat memberikan respons dingin namun optimistis terkait gugatan UU APBN oleh para guru.
Ia menilai argumen yang menyebut MBG melemahkan anggaran guru adalah argumen yang lemah di mata hukum.
Buktinya: Anggaran Revitalisasi Sekolah Justru Melejit
Sebagai bukti nyata bahwa anggaran pendidikan tetap kokoh, Mendikdasmen memaparkan data pembangunan fisik sekolah yang terus berjalan masif:
Capaian 2025: Pemerintah telah merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan dengan realisasi mencapai 93% dari total anggaran Rp16,9 triliun.
Target 2026: Anggaran revitalisasi lebih dari Rp14 triliun sudah masuk APBN untuk 11.474 sekolah.
Rencana Tambahan: Presiden Prabowo Subianto berencana menambah kuota revitalisasi hingga 60.000 sekolah. Jika ditotal, akan ada sekitar 71.000 satuan pendidikan yang diperbaiki tahun ini.
Selain infrastruktur gedung, bantuan langsung seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dipastikan tidak akan berkurang satu rupiah pun.
Bahkan, tahun 2026 ini muncul terobosan baru berupa bantuan PIP untuk murid TK sebesar Rp450 ribu per tahun bagi 888 ribu siswa di seluruh Indonesia.
MBG Sebagai Fondasi Karakter, Bukan Sekadar Makan
Bukan hanya soal nutrisi, Mu’ti menjelaskan bahwa MBG adalah bagian dari “Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat”.
Program ini disinergikan dengan pembangunan fasilitas pendukung pola hidup sehat di sekolah.
Sepanjang 2025, Kemendikdasmen telah membangun 14.591 toilet dan 6.686 ruang UKS baru untuk mendukung fondasi program makan gratis tersebut.
Hingga 18 Februari 2026, MBG telah menjangkau 43,17 juta peserta didik di ratusan ribu sekolah.
Bagi pemerintah, program ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas SDM yang tidak bisa dibenturkan dengan hak-hak guru.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply