Begini Cara Mengamati Hujan Meteor Lyrids 23 April 2026!

Fenomena hujan meteor. (by freepik)
Fenomena hujan meteor. (by freepik)
Sharing for Empowerment

Siap-siap! Fenomena hujan meteor tertua, Lyrids bakal melintasi langit Indonesia dengan kilatan bola api yang estetik.

JAKARTA, KalderaNews.com – Hujan meteor Lyrids, salah satu atraksi langit paling legendaris, diprediksi akan mencapai puncaknya di langit Indonesia pada Kamis dini hari, 23 April 2026.

Pakar Astronomi dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, mengonfirmasi bahwa masyarakat Indonesia memiliki kesempatan besar untuk menyaksikan langsung peristiwa ini.

“Hujan meteor Lyrids bisa diamati dari Indonesia pada dini hari malam Kamis, 23 April 2026 sampai sebelum matahari terbit,” ungkap Thomas.

BACA JUGA:

Jejak debu komet kuno 400 tahunan

Hujan meteor ini bukan sekadar cahaya lewat. Lyrids berasal dari sisa debu dan puing-puing Komet C/1861 G1 (Thatcher).

Menariknya, komet ini membutuhkan waktu sekitar 415,5 tahun untuk sekali mengorbit Matahari.

Terakhir kali ia berkunjung adalah pada tahun 1861, dan diperkirakan baru akan kembali menyapa Bumi pada tahun 2276 mendatang.

Meski kometnya jauh, “sampah” angkasa yang ditinggalkannya rutin terbakar di atmosfer Bumi setiap tahun, menciptakan ilusi bintang jatuh yang memukau.

Lyrids dikenal karena kecepatannya dan seringkali memicu “bola api”, kilatan cahaya yang sangat terang dan meninggalkan jejak panjang di langit.

Trik mengamati Lyrids

Ingin mendapatkan pengalaman visual terbaik? Thomas Djamaluddin justru menyarankan untuk tidak menggunakan alat bantu seperti teleskop.

“Pengamatan cukup dengan mata tanpa alat. Kalau menggunakan teleskop, medan pandangnya jadi sempit, sulit mengikuti arah meteor,” jelasnya.

Berikut panduan singkat agar kamu tak melewatkan momen ini:

  1. Mulai tengah malam hingga sesaat sebelum subuh (sekitar pukul 05.00 WIB).
  2. Cari tempat yang minim polusi cahaya (jauh dari lampu kota) dan pastikan cuaca cerah
  3. Fokuskan pandangan ke langit utara, tepatnya ke arah rasi bintang Lyra.
  4. Berikan waktu sekitar 20-30 menit agar mata kamu terbiasa dengan kegelapan total tanpa melihat layar ponsel.

Meskipun secara rata-rata hanya terdapat 10 hingga 20 meteor per jam, sejarah mencatat Lyrids pernah mengalami “ledakan” aktivitas hingga 100 meteor per jam.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*