Tragedi maut di Bekasi ungkap fakta mengejutkan, medan magnet raksasa dari lokomotif bisa bikin mesin mobil mati seketika di rel kereta.
JAKARTA, KalderaNews.com – Kecelakaan tragis yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur, menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar.
Menanggapi fenomena mobil yang sering mogok mendadak di atas rel, Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Amarulla Octavian, memaparkan temuan ilmiah yang cukup menggetarkan.
Berdasarkan kajian BRIN, kendaraan bermotor, baik bensin maupun listrik, memiliki risiko besar mati mesin saat melintasi rel ketika kereta sudah dekat. Hal ini bukan karena faktor mistis, melainkan murni fenomena fisika.
BACA JUGA:
- Inilah 5 Kampus Pencetak Ahli Perkeretaapian di Indonesia
- Baru Lulus S2 UNJ, Guru SD Jadi Korban Kecelakaan Kereta Api
- Detik-Detik dan Kronologi Lengkap Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
Medan magnet, biangnya!
Lokomotif kereta api menghasilkan aliran listrik dan medan magnet yang sangat besar. Medan magnet ini menjalar melalui rel besi jauh ke depan sebelum kereta tiba.
Saat mobil melintas, listrik magnet tersebut “menyambar” komponen mesin, menyebabkan gangguan sistem yang membuat mesin mati total dan sulit dinyalakan kembali.
“Data teknis menunjukkan banyak kendaraan tidak cukup tahan terhadap pengaruh medan magnet besar ini saat kereta akan lewat,” ujar Amarulla.
Mencari “penangkal” magnet
Menyikapi ancaman ini, BRIN berkomitmen untuk melakukan riset lanjutan guna menemukan cara menetralisir medan magnet di sekitar perlintasan.
Selain itu, pengembangan sistem jaring keamanan otomatis tengah digarap agar masinis dapat mendeteksi hambatan di jalur rel secara lebih dini.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply