Dimakamkan! Profil 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pahlawan UNIFIL 2026

Tiga prajurit TNI yang guur di Lebanon: Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar yang dimakamkan di TMP Cikutra Bandung, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan yang dimakamkan di TMP Giri Dharmolyo II Magelang, serta Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon yang dimakamkan di TMP Giripeni Kulon Progo
Tiga prajurit TNI yang guur di Lebanon: Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar yang dimakamkan di TMP Cikutra Bandung, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan yang dimakamkan di TMP Giri Dharmolyo II Magelang, serta Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon yang dimakamkan di TMP Giripeni Kulon Progo (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Mengenal dedikasi 3 prajurit TNI yang gugur di Lebanon Selatan. Dari keahlian medis hingga tanda kehormatan, inilah jasa mereka.

MAGELANG, KalderaNews.com – Dunia militer Indonesia tengah diselimuti duka mendalam. Tiga putra terbaik bangsa yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) gugur saat menjalankan tugas negara di Lebanon Selatan pada akhir Maret 2026.

Jenazah para pahlawan perdamaian ini tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu, 4 April 2026, sekitar pukul 17.57 WIB. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam suasana penuh haru di Terminal 3 VIP Lounge.

Presiden menyampaikan belasungkawa mendalam dan memberikan dukungan moral langsung kepada keluarga korban sebelum prosesi penyemayaman militer dimulai pukul 19.08 WIB.

Tiga prajurit TNI Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar dimakamkan di TMP Cikutra Bandung, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan yang dimakamkan di TMP Giri Dharmolyo II Magelang, serta Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon yang dimakamkan di TMP Giripeni Kulon Progo.

Ketiganya menerima kenaikan pangkat luar biasa sebagai bentuk penghormatan negara atas dedikasi dan pengorbanan mereka dalam menjaga stabilitas global.

Berikut adalah profil dedikasi dan rincian pemakaman ketiga prajurit yang menerima kenaikan pangkat luar biasa (Anumerta) tersebut:

1). Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar

Mayor (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar adalah perwira pertama yang dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam Korps Infanteri. Sebagai pemimpin lapangan, ia memegang peran krusial dalam koordinasi Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S.

Profil & Pendidikan: Sebagai lulusan perwira TNI, Zulmi dipersiapkan dengan ketangguhan intelektual dan fisik untuk misi internasional berisiko tinggi. Ia dikenal sebagai sosok visioner yang sangat dihormati rekan sejawatnya.

Tempat Pemakaman: Sebagai bentuk penghargaan tertinggi negara, ia dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, Jawa Barat.

2). Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan

Berasal dari Magelang, Jawa Tengah, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan dikenal sebagai prajurit yang humanis. Sebelum ditugaskan ke Lebanon, ia mengabdi di wilayah Bali.

Keahlian Medis: Sosoknya sangat dikenang karena pernah bertugas sebagai perawat di rumah sakit tentara. Kemampuan medis dikombinasikan dengan keterampilan tempur menjadikannya aset berharga bagi misi kemanusiaan UNIFIL. Ia dikenal santun dan sangat dihormati oleh warga lokal di Lebanon.

Tempat Pemakaman: Jenazahnya dipulangkan ke kampung halaman dan dimakamkan di TMP Giri Dharmolyo II, Magelang.

3). Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon

Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon adalah prajurit muda kelahiran Kulon Progo, DIY, 3 Januari 1998. Di usianya yang ke-28 tahun, ia gugur saat menjaga pos penjagaan di garis depan Lebanon Selatan.

Prestasi & Satuan: Berasal dari Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda, Aceh. Meski muda, ia telah mengantongi berbagai penghargaan:

  • Satyalancana Dharma Nusa: Jasa tugas operasi pemulihan keamanan.
  • Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun: Loyalitas tanpa cacat selama masa dinas.
  • Tempat Pemakaman: Ia dikebumikan dengan upacara militer di TMP Giripeni, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kronologi Insiden di Lebanon Selatan

Tragedi ini bermula pada Minggu, 29 Maret 2026, ketika eskalasi konflik di Lebanon Selatan memuncak.

Praka Farizal Rhomadhon dilaporkan menjadi prajurit pertama yang gugur akibat proyektil yang meledak di dekat posisi kelompoknya di sekitar Desa Adchit al-Qusayr.

Menanggapi insiden berdarah ini, pemerintah Indonesia melalui jalur diplomasi mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengusut tuntas serangan terhadap pasukan perdamaian.

Panglima TNI juga telah menginstruksikan seluruh prajurit di Lebanon untuk menghentikan aktivitas luar ruang dan berlindung di bunker demi keselamatan personel.

Gelar Anumerta yang diberikan kepada ketiga prajurit ini menjadi pengakuan abadi negara atas jasa dan pengorbanan nyawa mereka demi stabilitas global di bawah bendera PBB.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*