Penulis: Hardiyanto Paidin Malau, S.Pd. (Guru SMP Sint Carolus Tarakanita Bengkulu)
BENGKULU, KalderaNews.com – Perkemahan Jumat Sabtu atau yang akrab disingkat PERJUSA merupakan salah satu kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Gugus Depan (Gudep) Gerakan Pramuka jenjang SMP.
Kegiatan dilaksanakan penuh dengan tantangan, pembelajaran, dan pengalaman baru yang tak terlupakan. Pelaksanaan PERJUSA ini merupakan implementasi nyata dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 63 Tahun 2014, yang menempatkan Pendidikan Kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib yang vital bagi pembentukan watak peserta didik.
BACA JUGA:
- 22 Februari, Hari Pramuka Sedunia, Inilah Kumpulan Lengkap Ucapan Ikonik dan Twibbon untuk Merayakannya!
- Siswa SD Meninggal Dunia Usai Ikut Kegiatan Pramuka, Justice For Zhee Viral Tuntut Keadilan dan Transparansi Sekolah
- Hilang Usai Pramuka, Siswa Kelas 2 SD di Gunungkidul Meninggal karena Tenggelam
PERJUSA bukan sekadar kegiatan berkemah biasa. PERJUSA adalah wadah efektif untuk membentuk karakter peserta didik, menanamkan nilai-nilai kepramukaan, serta mempersiapkan mereka menjadi individu yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.
Hal ini sejalan dengan tujuan Gerakan Pramuka yang termaktub dalam Undang-Undang No. 12 Tahun 2010, yakni membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, taat hukum, dan disiplin.
Mengapa PERJUSA Begitu Penting?
Dalam waktu yang singkat, PERJUSA dirancang dengan serangkaian kegiatan yang menuntut peserta untuk keluar dari zona nyaman dan mengembangkan berbagai keterampilan hidup (life skills). Berikut adalah beberapa manfaat utama dari PERJUSA:
- Melatih Kemandirian dan Tanggung Jawab
Selama perkemahan, peserta diajarkan untuk mengurus diri sendiri melalui metode “Belajar Sambil Melakukan” (Learning by Doing). Mulai dari mendirikan tenda, memasak makanan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, hingga mengatur perlengkapan pribadi. Mereka tidak lagi bergantung sepenuhnya pada orang tua atau guru. Setiap peserta memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan, menumbuhkan rasa kepemilikan dan kedewasaan. - Mengasah Keterampilan Kepemimpinan dan Kerja Sama Tim
Kegiatan Pramuka sangat menekankan pada Sistem Beregu (Patrol System) sebagaimana digagas oleh Bapak Pandu Dunia, Baden-Powell. Dalam PERJUSA, setiap anggota bergiliran memegang peran, melatih kemampuan untuk memimpin, mengambil keputusan, dan mengatur strategi dalam tim. Aktivitas kelompok seperti jelajah alam dan lomba ketangkasan menuntut kerja sama tim yang solid. Peserta belajar berkomunikasi efektif, menghargai perbedaan pendapat, dan bekerja sama demi mencapai tujuan bersama. - Menanamkan Disiplin dan Cinta Alam
Jadwal kegiatan PERJUSA yang padat dan terstruktur, mulai dari upacara pembukaan hingga penutupan, menanamkan disiplin waktu. Selain itu, dengan berkemah di alam terbuka, peserta secara langsung diajarkan untuk mencintai dan menjaga lingkungan. Mereka belajar praktik nyata tentang konservasi, kebersihan, dan etika berkegiatan di alam.
Ragam Kegiatan dalam Dua Hari
Meskipun hanya berlangsung dua hari, PERJUSA diisi dengan materi dan praktik yang beragam yang mengacu pada Syarat Kecakapan Umum (SKU), meliputi:
a. Mendirikan Tenda: Ujian pertama kemandirian dan kerja sama tim.
b. Jelajah Malam (Wide Game): Kegiatan penuh tantangan yang menguji keberanian, daya ingat, dan kekompakan tim.
c. Penyalaan Api Unggun: Momen puncak kebersamaan yang sarat makna filosofis, diisi dengan pentas seni antar regu, renungan, dan nyanyian.
d. Materi Teknis Kepramukaan: Seperti PBB (Peraturan Baris Berbaris), sandi, simpul, dan sejarah kepramukaan yang menjadi keterampilan dasar seorang pandu (merujuk pada panduan teknis seperti Boyman, Sunardi, 2016).
PERJUSA lebih dari sekadar kegiatan mengisi akhir pekan. Ia adalah “Laboratorium Karakter” di mana para pelajar secara langsung mengalami proses pembelajaran yang efektif: mendengar, melihat, dan terlibat langsung (Experiential Learning).
Semangat kebersamaan, kemandirian, dan disiplin yang terbangun selama dua hari di perkemahan diharapkan akan terus berlanjut dan menjadi bekal berharga dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Salam Pramuka!
Daftar Referensi
- Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
- Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan.
- Sunardi, A. (2016). Boyman: Ragam Latih Pramuka.
- Baden-Powell, R. (2004). Scouting for Boys.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply