IHSG Volatil: Investor Status Quo Buy and Hold, Trader Cuma Cuan Tipis

Ilustrasi: IHSG yang terus melemah. (Ist.)
Ilustrasi: IHSG yang terus melemah. (Ist.)
Sharing for Empowerment

Pasar saham volatil, investor cenderung pilih status quo. Simak analisis pakar soal peluang rebound IHSG dan nasib strategi buy and hold.

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Kondisi pasar modal Indonesia tengah menghadapi ujian berat di kuartal kedua tahun 2026. Dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi hingga 14,74% secara year-to-date (YTD) per 10 April 2026, perilaku investor di lantai bursa mulai mengalami pergeseran yang signifikan.

Direktur Utama OCBC Sekuritas, Betty Goenawan, mencermati bahwa saat ini mayoritas investor cenderung mengambil posisi status quo.

SIMAK JUGA: Pasar Saham RI Takluk pada MSCI? Intip Efeknya ke IHSG dan Saham BREN

Di tengah dinamika pasar yang sangat menantang, strategi agresif mulai ditinggalkan oleh para pemegang saham jangka panjang.

“Saat ini yang buy and hold itu ya, mereka tidak buy, tidak sell juga. Posisinya status quo. Kalau yang trading masih ada yang beli-jual-beli-jual-beli. Namun, market strength secara signifikan sangat menantang,” ungkap Betty di Mainhall Bursa Efek Indonesia.

Faktor Geopolitik dan Volatilitas Rupiah

Tekanan pada IHSG tidak lepas dari faktor eksternal. Kepala Investment Banking Semesta Indovest Sekuritas, Kerry Rusli, menyebutkan bahwa konflik geopolitik di Asia Barat menjadi pemicu utama volatilitas nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

SIMAK JUGA: Alarm Bahaya IHSG Rontok, Ketika Para Taipan “Pelit” Berbagi Saham Publik

Ketidakpastian global ini membuat minat masyarakat terhadap ekonomi menjadi tertahan. Meski demikian, Kerry tetap optimis bahwa fluktuasi ini adalah siklus yang berulang dan peluang IHSG untuk memantul kembali (rebound) ke zona hijau masih terbuka lebar jika tensi perang mereda.

Kapan IHSG Akan Rebound?

Optimisme senada juga disampaikan oleh Betty Goenawan. Meski sebelumnya pasar sempat percaya diri IHSG mampu menembus level 10.000, realita saat ini yang berada di level 7.200 membuat target tersebut perlu ditinjau ulang. Namun, harapan bagi para investor belum pupus.

Proyeksi Rebound: Analisis OCBC Sekuritas memproyeksikan momentum pemulihan kemungkinan besar baru akan terlihat pada Kuartal III 2026.

Sentimen Pendukung: Pasar juga tengah menanti kabar terkait daftar indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Mei 2026 yang diharapkan mampu memberikan angin segar bagi emiten-emiten lokal.

Bagi kamu yang menerapkan strategi buy and hold, posisi status quo saat ini menjadi pilihan yang paling rasional untuk menjaga portofolio dari volatilitas ekstrem.

Sambil menunggu fundamental ekonomi kembali stabil, kesabaran menjadi kunci utama sebelum memutuskan untuk kembali menambah muatan di pasar modal.

SIMAK JUGA: Ternyata Presiden Prabowo Memang Marah Besar IHSG Anjlok, Banyak Investor Ritel Jadi Korban

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan di konten EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*