Makan Bergizi Gratis Kerap Berujung Tragis, Federasi Guru Meradang!

Ilustrasi keracunan
Ilustrasi keracunan
Sharing for Empowerment

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kerap berakhir tragis. Ribuan siswa alami keracunan. Federasi guru pun meradang!

JAKARTA, KalderaNews.com – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memakan korban. Kasus terbaru di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kamis lalu, keceriaan di sebuah SD di Duren Sawit seketika berubah menjadi kepanikan.

Sebanyak 72 siswa dilaporkan mengalami mual, muntah hebat, hingga demam tinggi setelah menyantap menu spageti bolognese dan bola-bola daging.

BACA JUGA:

Hasil investigasi awal menunjukkan adanya “jeda maut” antara waktu masak dan waktu konsumsi yang terlalu lama, diperparah dengan fasilitas dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang jauh dari standar kelayakan.

Kenaikan kasus sampai 42 persen

Bukan sekadar insiden tunggal, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) merilis data yang sangat mengkhawatirkan.

Sepanjang Januari hingga Februari 2026 saja, tercatat sebanyak 4.755 orang menjadi korban keracunan MBG.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, rata-rata korban bulanan di tahun 2026 melonjak tajam sebesar 42,56 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa ada lubang besar dalam pengawasan kualitas yang dilakukan oleh pemerintah.

FSGI: Jangan pamer angka porsi!

Kritik keras datang dari FSGI. Organisasi guru ini menilai pemerintah terlalu sibuk melakukan pencitraan dengan memamerkan jumlah jutaan porsi yang telah dibagikan, namun menutup mata terhadap nyawa anak-anak yang terancam.

“Standar keamanan pangan tidak bisa dinegosiasikan. Jika dapur penyedia berdekatan dengan pembuangan sampah atau tak punya sistem limbah, itu bukan memberi gizi, tapi memberi penyakit,” tegas perwakilan FSGI.

62 dapur resmi ditutup

Menanggapi tekanan publik, Badan Gizi Nasional (BGN) mulai mengambil langkah ekstrem.

Selain menanggung biaya pengobatan korban, BGN secara resmi telah menutup sementara operasional SPPG di Pondok Kelapa 2.

Secara nasional, hingga April 2026, tercatat sudah ada 62 dapur SPPG yang dibekukan karena gagal memenuhi standar kualitas.

Program ambisius ini kini berada di persimpangan jalan; melakukan evaluasi total atau terus membiarkan anak-anak Indonesia menjadi korban di meja makan mereka sendiri.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*