Lagi Viral! Apa itu Homeless Media? Simak penjelasan lengkap fenomena New Media Forum dan polemik mitra Bakom RI di sini.
JAKARTA, KalderaNews.com – Istilah “Homeless Media” mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Fenomena ini mencuat setelah Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M. Qodari, menyebut sejumlah akun besar sebagai mitra pemerintah dalam sebuah forum bernama Indonesia New Media Forum (INMF).
BACA JUGA:
- Bukan Hanya Indonesia dan Polandia, Inilah Sederet Negara yang Kompak Batasi Media Sosial untuk Anak
- OJK Tabuh Genderang Perang: Finfluencer ‘Pompom’ dan Emiten Nakal Bakal Disikat Habis!
- Sahamtalk Vs Belvinvvip, Perang Dingin “Pom-Pom Saham” Influencer Saham Kian Memanas
Namun, pengumuman ini justru berujung pada gelombang bantahan dari berbagai platform populer. Lantas, apa sebenarnya Homeless Media itu, dan mengapa penyebutannya memicu kontroversi?
Apa Itu Homeless Media?
Secara harfiah, Homeless Media (media tunawisma) adalah istilah untuk entitas media atau pembuat konten yang tidak memiliki “rumah” berupa situs web mandiri (dot com).
Mereka hidup dan tumbuh sepenuhnya di atas platform pihak ketiga seperti Instagram, TikTok, X (Twitter), atau YouTube.
Meski tidak punya situs web, pengaruh mereka luar biasa. Mereka memiliki jutaan pengikut dan menjadi rujukan informasi bagi Gen Z dan Milenial.
Platform seperti Folkative, Indozone, USS Feeds, hingga Bapak-bapak ID adalah beberapa contoh yang sering dikategorikan dalam kelompok ini.
Berikut daftar media digital yang tergabung dalam New Media Forum dan diklaim menjadi mitra pemerintah:
- Folkative
- Indozone
- Dagelan
- Indomusikgram
- Infipop
- Narasi
- Muslimvlog
- USSFeeds
- Bapakbapak.ID
- Menjadi Manusia
- GNFI
- Creativox
- Kok Bisa
- Taubaters
- Pandemic Talks
- Kawan Hawa
- Folix
- Ngomongin Uang
- Big Alpha
- Good Stats
- Hai Dulu
- Proud Project
- Vibes
- Unframe
- Kumpul Leaders
- CXO Media
- Volix Media
- How To Do Nothing
- Everless Media
- Geometry Media
- Folks Diary
- Dream
- Melodi Alam
- NKTSHI
- Modestalk
- Lead Media
- Nalar TV
- Mahasiswa dan Jakarta
- North West
Riuh Rendah New Media Forum: Klaim vs Bantahan
Kegaduhan bermula pada Rabu (6/5), saat M. Qodari menyebut Bakom merangkul homeless media yang tergabung dalam New Media Forum untuk menjangkau publik di era digital.
Qodari mengklaim kanal-kanal ini telah menjadi realita komunikasi digital masa kini.
Namun, belum genap 24 jam, pernyataan tersebut langsung “dismash” balik oleh sejumlah media yang namanya dicatut:
Bantahan Keras dari Narasi Newsroom
Lewat akun Instagram resminya, Narasi menegaskan bahwa mereka:
Bukan anggota Indonesia New Media Forum (INMF).
Tidak terlibat dan tidak hadir dalam jumpa pers bersama Bakom.
Menegaskan status sebagai media resmi yang terdaftar dan terverifikasi Dewan Pers, serta taat pada Kode Etik Jurnalistik.
Akun Komunitas: “Kaga Ngarti!”
Kanal populer Bapak2id merespons dengan gaya khas mereka yang jenaka namun tegas. Mereka mengaku kaget dan tidak tahu-menahu soal klaim kemitraan tersebut. “Kami sama sekali tidak terlibat, kaga hadir dan kaga ngarti soal itu,” tulis mereka.
Independensi adalah Harga Mati
Akun finansial seperti Ngomongin Uang dan Big Alpha juga memberikan klarifikasi. Big Alpha menjelaskan bahwa INMF memang ada sebagai wadah independen yang dibentuk Juli 2025 untuk kolaborasi media digital, namun bukan dibentuk untuk menjadi mitra pemerintah menjalankan program tertentu.
Buntut dari klaim sepihak ini, akun NKSTHI bahkan menyatakan resmi keluar dari INMF per 7 Mei 2026 demi menjaga independensi mereka.
Mengapa Fenomena Ini Penting?
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting dalam dunia komunikasi publik di Indonesia:
Kekuatan Media Baru: Pemerintah mulai menyadari bahwa kanal digital non-konvensional lebih efektif menjangkau anak muda dibanding media tradisional.
Etika Kemitraan: Kerjasama antara institusi negara dan kreator konten harus berbasis kesepakatan dua arah, bukan klaim sepihak.
Identitas Media: Ada batasan tegas antara content creator (pembuat konten) dan media jurnalistik yang memiliki tanggung jawab hukum serta kode etik yang berbeda.
Homeless Media bukan lagi sekadar tren, melainkan realita komunikasi masa kini. Namun, riuhnya kasus INMF dan Bakom ini mengingatkan kita bahwa di balik jumlah followers yang besar, ada nilai independensi dan kepercayaan publik yang dijaga ketat oleh para pengelola media baru ini.
Bagi para pembaca, penting untuk selalu memverifikasi sumber informasi dan melihat bagaimana media kesayangan kamu menjaga integritasnya di tengah tarikan kepentingan politik maupun pemerintah.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply