
Oknum Bhayangkari di Baubau dilaporkan karena diduga menahan rapor siswa SD sebagai jaminan utang orang tua.
BAUBAU, KalderaNews.com – Seorang oknum Bhayangkari Polres Baubau berinisial S dilaporkan ke Polres Baubau atas dugaan mengambil dan menahan buku rapor milik seorang siswa SD Negeri 3 Baubau, Sulawesi Tenggara. Rapor tersebut diduga dijadikan jaminan penyelesaian utang orang tua siswa senilai Rp2 juta.
Kasus ini mencuat setelah keluarga siswa mengetahui bahwa rapor anak tersebut tidak berada di sekolah maupun di tangan keluarga. Akibatnya, siswa tersebut tidak menerima rapor saat pembagian hasil belajar bersama teman-teman sekelasnya.
Berdasarkan keterangan keluarga, rapor diambil saat pembagian rapor kenaikan kelas pada Juni tahun lalu. Saat itu, terduga pelaku disebut datang ke sekolah dan mengaku sebagai tante dari siswa sehingga pihak sekolah menyerahkan rapor kepadanya.
BACA JUGA:
- Ambil Rapor Anak, Ibu Ini Ditusuk Pakai Obeng, Begini Kronologinya
- Nilai Rapor atau TKA, Mana yang Bobotnya Besar di SPMB Jakarta?
- Kumpulan Contoh Catatan Wali Kelas untuk Rapor SD, SMP, SMA
Belakangan diketahui bahwa perempuan tersebut tidak memiliki hubungan keluarga dengan siswa yang bersangkutan. Keluarga kemudian menduga rapor sengaja ditahan dan dijadikan jaminan atas persoalan utang piutang yang melibatkan ibu kandung siswa.
Amel, bibi sekaligus wali siswa, mengungkapkan bahwa keluarga baru mengetahui keberadaan rapor pada April 2026 setelah melakukan penelusuran dan komunikasi dengan pihak sekolah.
“Sebelumnya saya sudah komunikasi, katanya inisiatif dia sendiri mengambil rapor itu dengan alasan utang piutang. Keluarga baru mengetahui pada April kemarin kalau rapor keponakan saya diambil untuk jadi jaminan penyelesaian utang ibunya senilai Rp2 juta,” kata Amel.
Menurutnya, persoalan utang seharusnya diselesaikan dengan pihak yang memiliki kewajiban, bukan dengan menahan hak anak untuk memperoleh dokumen pendidikan.
Amel juga menegaskan bahwa tidak ada hubungan keluarga antara pihaknya dengan oknum Bhayangkari tersebut. Ia menyebut berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan telah dilakukan, namun belum membuahkan hasil.
“Yang saya dengar dari pihak sekolah dia mengaku sebagai tantenya. Padahal kami tidak ada hubungan keluarga. Upaya penyelesaian secara kekeluargaan sudah dilakukan, tetapi tidak ada titik temu,” ujarnya.
Akibat peristiwa tersebut, siswa yang kini berada dalam pengasuhan keluarga setelah kedua orang tuanya berpisah mengalami dampak psikologis. Saat pembagian rapor, ia hanya menerima map tanpa buku rapor seperti teman-temannya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 3 Baubau, Wa Ode Siti Arabia, membenarkan bahwa rapor sempat diserahkan kepada seorang perempuan yang mengaku sebagai tante siswa saat pembagian rapor berlangsung.
Pihak sekolah, kata dia, telah berulang kali meminta agar rapor dikembalikan. Namun hingga kini rapor tersebut belum diserahkan kepada sekolah maupun keluarga siswa.
Di sisi lain, Kasi Humas Polres Baubau, IPTU Rino Asnan, menyatakan laporan dari keluarga telah diterima oleh Satreskrim Polres Baubau pada 22 Juni 2026.
“Satreskrim saat ini masih melakukan penyelidikan atas laporan dugaan pengambilan rapor tanpa izin. Motif penahanan rapor tersebut masih didalami,” kata Rino.
Terpisah, S membantah mengambil rapor tanpa dasar. Ia mengaku rapor tersebut dipegang atas persetujuan orang tua siswa sebagai jaminan utang dan atas arahan agar tidak diberikan kepada pihak lain.
Meski demikian, S menyebut rapor tersebut kini telah diserahkan kepada penyidik Satreskrim Polres Baubau untuk kepentingan proses hukum.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Keluarga berharap penanganan perkara dapat memberikan kepastian hukum sekaligus memastikan hak siswa untuk memperoleh rapor dan melanjutkan pendidikan tanpa hambatan.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply