
Pemerintah membuka peluang menurunkan anggaran MBG 2027 dari Rp240,2 triliun setelah BGN melakukan efisiensi.
JAKARTA, KalderaNews.com- Pemerintah membuka kemungkinan untuk mengurangi anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) yang dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027.
Anggaran yang tercantum dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2027 saat ini mencapai Rp240,2 triliun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, peluang pengurangan anggaran tersebut berkaitan dengan efisiensi yang dilakukan BGN selama 2026.
“Pada dasarnya akan ada efisiensi-efisiensi yang dilakukan, yang membuat nanti anggarannya nggak sebesar yang dianggarkan, yang dipakai nanti,” kata Purbaya usai bertemu Kepala BGN Sudaryono.
BACA JUGA:
- MBG Sedot Rp240,0 Triliun dari Anggaran Pendidikan 2027 Rp820,9 Triliun
- Prabowo Kecam Koruptor MBG “Biadab”: Sinyal Ketat Pengawasan
- BGN Tegaskan Guru Tak Boleh Terbebani Urusan Teknis MBG
Anggaran MBG 2027 Berpotensi Turun dari Rp240,2 Triliuna karena Efisiensi
Menurut Purbaya, pelaksanaan efisiensi sepanjang tahun ini akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan kebutuhan anggaran MBG pada 2027.
Ia memperkirakan kebutuhan dana untuk program tersebut tahun depan dapat lebih kecil dibandingkan alokasi yang saat ini tercantum dalam RAPBN 2027.
Meski demikian, Purbaya belum mengungkapkan berapa besar potensi penghematan yang bisa diperoleh dari efisiensi BGN. Ia meminta informasi mengenai angka tersebut dikonfirmasi langsung kepada BGN karena perhitungannya masih berlangsung.
“Nanti Anda tanya ke BGN, angka prosesnya,” kata dia.
Di sisi lain, Purbaya memastikan efisiensi BGN akan tetap berjalan beriringan dengan rencana penambahan dapur MBG. Pembukaan dapur baru dilakukan karena banyak sekolah yang mengajukan permintaan untuk mengikuti program tersebut.
Rencana tersebut diperkirakan akan menambah ribuan dapur MBG. Namun, pada saat yang sama, BGN juga akan melakukan evaluasi terhadap dapur yang sudah beroperasi.
Dapur yang dianggap tidak sesuai dengan desain atau ketentuan program dapat ditutup. Purbaya menjelaskan bahwa pembukaan dapur baru akan disertai dengan penutupan sejumlah dapur yang dinilai tidak memenuhi ketentuan.
“Yang dibuka, ada yang ditutup juga kan,” ujarnya.
Ada Perubahan Skema Insentif Bagi Pengelola Dapur MBG
Selain melakukan efisiensi dan penataan dapur, pemerintah juga tengah mempertimbangkan perubahan skema insentif bagi pengelola dapur MBG. Purbaya menyebut perubahan tersebut masih dalam tahap pembahasan.
Ia belum dapat menjelaskan secara rinci mengenai besaran maupun bentuk insentif baru yang nantinya akan diterapkan kepada pengelola dapur MBG.
Sementara itu, anggaran program MBG yang telah dimasukkan dalam RAPBN 2027 dipastikan tetap digunakan untuk membiayai pelaksanaan program tersebut.
Purbaya menjelaskan, pemerintah dapat melakukan realokasi anggaran antarpos untuk memenuhi kebutuhan tertentu yang berkaitan dengan BGN. Dengan mekanisme tersebut, dana yang tersedia tetap dapat digunakan sesuai kebutuhan program.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply