Mahasiswa Undip Asal Alor yang Viral Ini Diberi Beasiswa S2 ke Inggris

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Mahasiswa Undip asal Alor Adriano Padama
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Mahasiswa Undip asal Alor Adriano Padama (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Keberaniannya ngadu harga beras ke Mentan berbuah manis! Mahasiswa Undip ini dapat beasiswa S2 ke University of Sheffield.

SEMARANG, KalderaNews.com – Aksi berani menyampaikan fakta lapangan di daerah asal berbuah manis bagi Adriano Jeconia Padama (17), mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip).

Setelah menarik perhatian publik lantaran menyuarakan persoalan tingginya harga beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mahasiswa yang akrab disapa Dede ini mendapatkan apresiasi luar biasa dari pihak kampus.

BACA JUGA:

Rektor Undip, Prof. Suharnomo, mengonfirmasi bahwa kampus akan memfasilitasi dan membiayai studi lanjutan Dede hingga jenjang magister (S2) di University of Sheffield, Inggris.

Skema Beasiswa Double Degree Bernilai Rp 1 Miliar

Langkah berani alumni SMAN 1 Kalabahi ini mendapat poin penuh dari civitas akademika. Kampus menilai sikap kritis yang ditunjukkan Dede merupakan cerminan dari peran mahasiswa sebagai penyambung lidah masyarakat dan agent of change.

Poin Kunci Beasiswa:

  • Program Studi: MA Politics, Governance, and Public Policy.
  • Skema Studi: Double Degree (1 tahun Magister Administrasi Publik di Undip & 1 tahun di University of Sheffield, Inggris).
  • Perkiraan Biaya: Kurang lebih Rp 1 miliar untuk menanggung biaya pendidikan dan kebutuhan hidup selama menempuh studi di Inggris.

Rektor Undip menegaskan bahwa beasiswa S2 ini diberikan guna memastikan keberlanjutan potensi Adriano agar mampu memberikan dampak nyata yang lebih luas bagi pembangunan daerah dan kebijakan publik di masa depan.

Sementara untuk jenjang Sarjana (S1) yang tengah dijalaninya di Undip saat ini, Adriano telah mengantongi beasiswa fully funded selama 4 tahun dari pemerintah daerah tempat asalnya (Wakil Gubernur NTT dan Bupati Alor).

Dari Aduan Beras Mahal Hingga Kunjungan Kerja Mentan ke Alor

Adriano mengaku tidak pernah mengira bahwa keberaniannya berbicara di depan pejabat negara akan membawanya hingga ke jenjang pendidikan internasional.

Bagi putra dari pasangan Semuel Padama dan Ade Irma ini, fokus utamanya saat itu hanyalah menyampaikan aspirasi dan kondisi nyata para petani serta masyarakat di kampung halamannya.

Aksi Dede juga membawa dampak langsung bagi masyarakat Kabupaten Alor. Pasca-kejadian viral tersebut, Mentan Andi Amran Sulaiman memboyong Dede dalam kunjungan kerja ke Alor untuk meninjau secara langsung hambatan pertanian setempat.

Solusi Konkret untuk Pertanian di Alor:

  • Pengadaan Pompa Air: Mentan memberikan bantuan 20 titik pompa air dan sumur bor untuk mengatasi krisis pasokan air. Langkah ini diambil agar petani lokal tidak lagi memproduksi hasil tani yang bergantung pada cuaca.
  • Bantuan Alat & Mesin Pertanian (Alsintan): Penyediaan traktor guna mempercepat pengolahan lahan serta memastikan pasokan gudang beras daerah kembali stabil.
  • Diversifikasi Komoditas: Pembagian bibit unggul padi, kelapa, serta bibit kakao yang diproyeksikan menjadi komoditas ekonomi jangka panjang bagi warga Alor.

Bukti Nyata Peran Mahasiswa bagi Kebijakan Publik

Kisah Adriano Jeconia Padama menjadi contoh dalam aksi nyata mahasiswa. Keberanian mendasarkan argumen pada data empiris kondisi daerah tidak hanya membawa manfaat personal berupa akses pendidikan ke salah satu universitas top dunia di Inggris, melainkan juga menghasilkan respon kebijakan (Public Policy) yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani lokal di NTT.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


190 views