Bursa Mineral Icomex Efektif 1 Januari 2027 untuk Harga Acuan Komoditas RI

Bursa Efek Indonesia (BEI)
Bursa Efek Indonesia (BEI) (EduFulus/JS de Britto)
Sharing for Empowerment

OJK bersiap meluncurkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (Icomex) pada 1 Januari 2027 untuk memperkuat harga acuan komoditas nasional.

The Path To Financial Freedom, EduFulus – Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mematangkan rencana besar dalam tata kelola perdagangan nasional.

Salah satu langkah strategis yang tengah dikejar adalah pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang diberi nama Indonesia Commodity Exchange (Icomex).

Bursa baru ini dijadwalkan resmi beroperasi pada 1 Januari 2027, menyusul amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

SIMAK JUGA: IDXCarbon Raih Penghargaan Internasional sebagai Bursa Karbon Terbaik di Negara Berkembang!

Kehadiran Icomex diharapkan menjadi solusi atas berbagai tantangan perdagangan komoditas yang selama ini dihadapi Indonesia sebagai salah satu produsen utama dunia.

Visi Besar: Mewujudkan Indonesia Reference Price

Selama puluhan tahun, Indonesia berada dalam posisi paradoks. Di satu sisi, tanah air kita merupakan produsen raksasa untuk berbagai komoditas utama dunia seperti minyak kelapa sawit (CPO), nikel, dan batu bara. Namun di sisi lain, Indonesia belum memiliki kendali penuh terhadap pembentukan harga pasar global.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya membangun Indonesia Reference Price. Tujuannya agar harga acuan komoditas ekspor Indonesia dibentuk di dalam negeri sendiri, bukan lagi mengacu pada bursa luar negeri.

Dengan cara ini, nilai tambah perdagangan komoditas dapat dinikmati secara maksimal oleh bangsa Indonesia.

Strategi OJK Menutup Celah Bursa Komoditas Lama

Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) OJK, Sarjito, mengungkapkan bahwa pembentukan Icomex dirancang untuk menyempurnakan bursa-bursa komoditas yang sudah ada sebelumnya seperti ICDX maupun CFX.

“Kita cari perbaikannya, kelemahan yang lalu dan kita akan lakukan perbaikan, perbaikan termasuk masalah data, masalah inter-operabilitas data dan juga hal-hal lain, sehingga nanti bisa tertangkap dengan baik berkolaborasi,” ujar Sarjito di Jakarta.

Fokus utama pembenahan ini mencakup integrasi sistem data yang lebih transparan, interoperabilitas yang mulus antarsistem, serta kolaborasi lintas sektor yang erat guna menghindari celah manipulasi pasar.

Integrasi Ekosistem Keuangan Digital dan Komoditas

Selain sektor pertambangan dan perkebunan, dinamika sektor keuangan digital nasional juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Sebagai perbandingan, Bursa Kripto CFX mencatat total volume perdagangan derivatif aset kripto yang melonjak tajam sepanjang tahun 2026.

Pertumbuhan ekosistem digital ini turut didorong oleh adaptasi regulasi melalui revisi UU P2SK, yang memperkuat sinergi pengawasan di bawah OJK.

Baik sektor komoditas fisik strategis melalui Icomex maupun sektor aset keuangan digital, keduanya mencerminkan komitmen pemerintah dan regulator dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional secara komprehensif.

Dengan target peluncuran pada awal tahun depan, seluruh pemangku kepentingan saat ini tengah mempersiapkan infrastruktur regulasi, teknologi, dan kelembagaan secara matang.

Kehadiran Icomex di bawah pengawasan OJK diyakini tidak hanya akan mendongkrak daya saing komoditas unggulan Indonesia di kancah global, tetapi juga memperkokoh kedaulatan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

SIMAK JUGA: Viral di Threads! Ayah Ajari Anak Trading Saham

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


189 views