Curhat Guru di Kampar soal Sekolah Berdinding Triplek Viral, Ditegur Wabup

Sekolah Berdinding Triplek Sejak 2004, Curhatan Guru SD Kampar Jadi Sorotan
Sharing for Empowerment

Guru SD di Kampar, Riau, viral setelah curhat soal sekolah berdinding triplek yang disebut belum berubah sejak 2004.

KAMPAR, KalderaNews.com- Seorang guru SD di Kampar, Riau, bernama Romawati menjadi perhatian setelah video curhatnya mengenai kondisi sekolah tempatnya mengajar viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Romawati memperlihatkan kondisi bangunan sekolah yang masih menggunakan dinding berbahan triplek.

Ia juga menyampaikan permohonan agar pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah tersebut.

Video yang diunggah oleh akun Instagram @mood.jakarta pada Selasa, 22 September 2026, itu kemudian ramai diperbincangkan warganet.

BACA JUGA:

Guru SD Kampar Curhat Kondisi Sekolah

Romawati menunjukkan kondisi bangunan sekolah tempatnya mengajar yang disebut telah berdiri sejak 2004. Menurutnya, kondisi bangunan tersebut belum mengalami perubahan berarti selama bertahun-tahun.

Ia pun menyampaikan permohonan kepada pemerintah daerah agar membantu memperbaiki atau membangun kembali fasilitas sekolah tersebut.

“Dengan ini saya memohonkan kepada bapak Kepala Daerah Kabupaten Kampar untuk membantu bangunan sekolah kami ini pak. Yang mana sekolah ini telah berdiri dari tanggal 19 Juli 2004 sampai saat ini ya seperti inilah keadaannya,” kata Romawati.

Selain kondisi bangunan, Romawati juga mengungkapkan persoalan lain di sekolahnya, yakni keterbatasan jumlah tenaga pengajar.

Wakil Bupati Kampar Tegur Guru

Video tersebut kemudian menyebar luas dan menarik perhatian masyarakat. Namun, viralnya video itu justru membuat Romawati mendapat teguran dari Wakil Bupati Kampar Misharti.

Misharti diketahui menemui langsung Romawati setelah video mengenai kondisi sekolah tersebut ramai di media sosial.

Dalam video yang diunggah @mood.jakarta, Misharti menyampaikan keberatannya terhadap keputusan Romawati membuat kondisi sekolah tersebut viral. Ia menilai video tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa pemerintah tidak memperhatikan kondisi sekolah.

“Ini sekolah ibu bikin dengan swadaya, udah beberapa tahun, dah 20 tahun tiba-tiba ibu nongol salahkan pemerintah. Jadi kita juga enggak terima sebenarnya,” kata Misharti.

Mantan anggota DPD RI dari daerah pemilihan Riau tersebut juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap persepsi masyarakat setelah video itu beredar.

“Saya enggak enak saja bu, karena yang di didik ini anak-anak kita masyarakat Kampar. Orang berprasangka beda dengan ibu, orang berprasangka pemerintah ini tutup mata, tidak peduli. Padahal kan tidak,” kata Misharti.

Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena mempertemukan persoalan kondisi fasilitas pendidikan dengan respons pemerintah daerah terhadap keluhan yang disampaikan melalui media sosial.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


182 views