
Survei 27 provinsi ungkap 58% TBM krisis buku! Waka MPR Lestari Moerdijat desak pemerintah selamatkan literasi warga.
JAKARTA, KalderaNews.com – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menyuarakan keprihatinan mendalam terkait kondisi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di berbagai wilayah Indonesia.
Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat maupun daerah harus segera hadir memberikan dukungan nyata agar infrastruktur literasi berbasis warga ini tidak “mati perlahan” akibat kurangnya koleksi buku dan biaya operasional.
BACA JUGA:
- Rumah Baca Teras Perbatasan, Teman Belajar Anak-anak di Perbatasan Indonesia – Malaysia
- Gencarkan Budaya Membaca Sejak Dini, IKRA Antar Buku Bacaan ke Rumah-rumah
- 3 Tip Menciptakan Budaya Membaca pada Anak Selama di Rumah
“Jangan biarkan TBM mati perlahan karena kekurangan buku dan dukungan operasional. Negara dan seluruh pemangku kepentingan harus hadir untuk memastikan ruang-ruang belajar masyarakat ini tetap hidup,” ujar Lestari dalam keterangannya pada Minggu (20/9/2026).
Data Survei: Minat Baca Tinggi, Koleksi Buku Sangat Minim
Kondisi kritis TBM dikuatkan oleh hasil penelitian ilmiah yang diterbitkan dalam ASPIRASI: Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat (Vol. 4 No. 4, Juli 2026). Penelitian ini melibatkan survei terhadap 172 pengelola TBM di 27 provinsi di Indonesia.
Hasil survei mencatat adanya ketimpangan tajam antara antusiasme pembaca dan ketersediaan bahan bacaan:
| Indikator | Persentase | Keterangan |
| TBM dengan >30 Pembaca Anak | 49% | Menunjukkan TBM sangat dibutuhkan anak-anak |
| TBM dengan 30–60 Pembaca Remaja/Dewasa | 39% | Menunjukkan jangkauan pembaca usia produktif |
| Koleksi Buku Tidak Memadai | 58% | Mayoritas TBM kekurangan stok buku yang relevan |
| Koleksi Buku Memadai | Hanya 18% | Sangat sedikit TBM yang memiliki koleksi layak |
Minat Baca Tinggi (88% TBM Aktif) ──► Ketersediaan Buku Krisis (58% Kurang) ──► Kesenjangan Literasi
Solusi & Arah Kebijakan Penguatan TBM
Untuk mengatasi krisis ini, Lestari Moerdijat (yang akrab disapa Rerie) mendorong langkah konkret lintas sektor melalui skema gotong royong dan integrasi kebijakan:
- Peran Aktif Pemda: Pemerintah daerah diminta tidak menganggap TBM sebagai kegiatan sukarela semata, melainkan bagian integral dari ekosistem pendidikan dan pembangunan manusia di daerah.
- Integrasi Pendanaan: Penguatan anggaran TBM melalui penggabungan dana pusat, APBD daerah, Dana Desa, serta program Corporate Social Responsibility (CSR) dunia usaha.
- Kemitraan Lintas Sektor: Mengandeng penerbit, perguruan tinggi, komunitas, dan pegiat literasi dalam aksi nyata.
- Evaluasi Kebijakan Fiskal: Pemerintah didesak meninjau ulang pajak/beban fiskal pada biaya produksi buku dan bahan baku kertas agar harga buku berkualitas semakin terjangkau bagi TBM.
“Gerakan literasi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri dan saling menunggu. Literasi adalah fondasi bagi lahirnya manusia yang mampu berpikir merdeka dan bangsa yang berdaulat,” pungkas Rerie.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply