
Kisah Ramabai Ranveer, ibu di India yang rela lari tanpa alas kaki demi memenangkan hadiah untuk pendidikan kedua anaknya.
JAKARTA, KalderaNews.com– Ramabai Ranveer, perempuan berusia 47 tahun asal Maharashtra, India, mendapat sorotan di media sosial karena keberhasilannya menjuarai lomba lari.
Ia pertama kalinya menang lomba lari meski tidak pernah berlatih dan bahkan tidak memiliki sepatu lari. Pada Agustus lalu, Ramabai mengikuti lomba lari komunitas sejauh 3 kilometer dengan satu tujuan, yakni memenangkan hadiah uang tunai untuk membantu membiayai pendidikan kedua putrinya.
Saat menjadi peserta pertama yang mencapai garis finis, Ramabai diliputi kegembiraan. Hadiah sebesar 3.000 rupee atau sekitar Rp554.400 tersebut rencananya digunakan untuk membeli buku dan perlengkapan belajar bagi kedua putrinya.
BACA JUGA:
- Kisah Nathan Thomas, Profesor Termuda di Dunia Usia 18 Tahun
- Profil Hasan Abdullah Sahal, Kiai Gontor yang Pidatonya Dipuji Prabowo
- Sosok Kontroversial dan Profil Pendidikan Selebgram Julia Prastini (Jule)
Kisahnya Tuai Perhatian Publik
Jumlah tersebut memang tidak besar dan masih jauh dari cukup untuk membiayai pendidikan tinggi di India. Bahkan, uang hadiah itu belum memadai untuk membayar kursus di lembaga bimbingan belajar tempat salah satu putrinya mempersiapkan diri menghadapi ujian rekrutmen pegawai pemerintah.
Meski demikian, video Ramabai yang berlari tanpa alas kaki dengan cepat menyebar di media sosial dan menjadi perhatian publik. Kisah tersebut kemudian menarik perhatian di tengah meningkatnya sorotan terhadap berbagai persoalan dalam sistem pendidikan India.
Salah satu pengguna media sosial bahkan mempertanyakan apakah perjuangan Ramabai tersebut seharusnya menjadi kebanggaan atau justru menunjukkan adanya persoalan yang perlu menjadi perhatian masyarakat.
Tak lama kemudian, perempuan yang sebelumnya tidak pernah membayangkan dirinya menjadi pelari itu mulai dipandang sebagai gambaran perjuangan keluarga di India.
Kisahnya menunjukkan bagaimana orang tua berupaya keras demi memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak mereka.
Rela Lari Demi Pendidikan Putri
Bagi Ramabai, keputusan mengikuti lomba lari bermula dari permintaan putri sulungnya, Pooja. Sang putri datang pada pagi hari dan mengatakan ingin mengikuti lomba lari yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal mereka.
Pooja juga memberi tahu bahwa lomba tersebut menyediakan hadiah uang tunai bagi pemenang. Menurut Ramabai, hadiah itu kemudian menjadi alasan baginya untuk ikut berlari karena uang tersebut dapat digunakan untuk membantu kebutuhan pendidikan putri-putrinya.
Putri bungsunya, Arati, yang tinggal di Nanded, saat itu mengalami kesulitan membeli buku pelajaran. Ramabai mengaku tidak mampu mengirimkan uang untuk membeli buku sehingga putrinya bahkan tidak menghubunginya selama delapan hari.
Kondisi tersebut membuat Ramabai memutuskan untuk mengikuti lomba dan berusaha memenangkan hadiah yang tersedia.
Saat perlombaan berlangsung, sandal yang dikenakannya terus terlepas. Ramabai akhirnya melepas sandal tersebut, mengangkat sedikit sari yang dikenakannya, kemudian melanjutkan perlombaan dengan bertelanjang kaki.
Ia berhasil meninggalkan peserta lain dan menjadi juara kategori perempuan usia 30-60 tahun. Pooja juga berhasil memperoleh hadiah setelah finis di posisi kedua dalam kelompok usianya. Namun, sang putri justru memberikan apresiasi kepada ibunya yang dinilainya sebagai sosok pemberani.
Menjadi Tulang Punggung Keluarga
Sejak suaminya meninggal dunia pada 2012, Ramabai menjadi satu-satunya pencari nafkah bagi keluarganya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia menerima berbagai pekerjaan yang bisa diperolehnya. Ramabai pernah bekerja memanen kedelai dan kacang arab di lahan milik orang lain. Ia juga mengumpulkan kunyit, mengolahnya, kemudian menjual hasilnya.
Ramabai sendiri berhenti sekolah ketika berusia 13 tahun. Pengalaman tersebut membuatnya ingin kedua putrinya memperoleh kesempatan pendidikan yang tidak pernah ia dapatkan.
Ia bertekad melakukan segala hal yang mampu dilakukan selama masih hidup agar kedua putrinya mendapatkan pendidikan yang baik.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply