
Profil TGH Muhammad Imanuddin Sumar, pendiri Ponpes Abul Barakat Wannafahat yang mundur setelah rekaman suara viral.
LOMBOK TENGAH, KalderaNews.com- Tuan Guru Haji (TGH) Muhammad Imanuddin Sumar memutuskan mundur dari posisi sebagai pimpinan Pondok Pesantren Abul Barakat Wannafahat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Keputusan tersebut disampaikan setelah rekaman suara yang dikaitkan dengan dirinya viral di tengah sorotan terhadap dugaan pelecehan terhadap santriwati di lingkungan pesantren.
Dalam jumpa pers di Mataram pada Rabu (23/9/2026), Imanuddin secara tidak langsung membenarkan bahwa suara dalam rekaman yang beredar tersebut merupakan miliknya.
Namun, ia membantah anggapan bahwa rekaman tersebut merupakan pengakuan atas dugaan pelecehan terhadap santriwati.
BACA JUGA:
- Profil Choirussaib, Anggota DPRD Mempawah yang Viral soal Lahan Sawit
- Sosok, Kiprah dan Warisan Seniman Multitalenta Den Baguse Ngarso
- Profil Nofel Saleh Hilabi, Diisukan Pernah Tunangan dengan Amanda Rigby
Alasan TGH Imanuddin Mundur
Menurut Imanuddin, percakapan dalam rekaman itu merupakan bagian dari upaya tabayyun atau klarifikasi kepada mantan santri bernama Yusron dan sejumlah santriwati yang disebut diduga menjadi korban.
“Maksud dan tujuan dari pembicaraan dalam rekaman itu adalah upaya tabayyun (klarifikasi) langsung pada Yusron (mantan santri) dan santriwati-santriwati yang diduga menjadi korban,” jelasnya.
Imanuddin juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan dugaan pelecehan terhadap santriwati seperti yang dituduhkan.
Meski membantah tuduhan tersebut, Imanuddin memilih mundur dari jabatan pimpinan pondok pesantren.
Ia mengatakan keputusan itu diambil agar persoalan yang sedang dihadapinya tidak berdampak terhadap kegiatan belajar maupun aktivitas para santri.
Terlebih, setelah rekaman suara tersebut viral, sejumlah orang tua santri disebut memutuskan menjemput anak mereka dari pondok pesantren.
Keputusan mundur tersebut menjadi salah satu perkembangan terbaru setelah dugaan pelecehan terhadap santriwati di Ponpes Abul Barakat Wannafahat menjadi perhatian publik.
Profil TGH Muhammad Imanuddin Sumar
TGH Muhammad Imanuddin Sumar, yang juga dikenal sebagai TGH Ahmad Imanuddin Sumar atau Abah, merupakan pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Abul Barakat Wannafahat. Ponpes tersebut berada di Bunkate, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Nama Imanuddin kemudian menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan dugaan pelecehan terhadap santriwati dalam dokumenter investigasi BBC Eye berjudul Aib Sang Guru yang dipublikasikan BBC News Indonesia.
Dalam salah satu rekaman audio yang beredar, terdengar kalimat “Tutupi aib gurumu, nanda” yang dikaitkan dengan dirinya.
Namun, konteks lengkap rekaman dan perkara yang diberitakan tetap perlu dilihat berdasarkan proses pemeriksaan serta keterangan dari pihak-pihak terkait.
Informasi mengenai kehidupan pribadi, masa kecil, serta silsilah keluarga TGH Muhammad Imanuddin Sumar diketahui terbatas di ruang publik.
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam dokumen yayasan dan riwayat akademisnya, Imanuddin disebut memiliki latar belakang pendidikan hingga jenjang pascasarjana.
Ia diketahui memiliki gelar QH yang berkaitan dengan bidang tahfiz atau qiraat Al-Qur’an serta gelar Sarjana Sastra (SS). Imanuddin juga disebut telah menyelesaikan pendidikan doktoral di Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply