
Guru pria viral karena memakai riasan bibir dan menunjukkan gestur feminin saat mengajar. Videonya pun tuai pro kontra warganet.
JAKARTA, KalderaNews.com– Sebuah video yang memperlihatkan seorang guru pria tengah mengajar menjadi viral di media sosial.
Dalam video tersebut, guru bernama Yasin itu terlihat menggunakan riasan bibir dan menunjukkan gestur yang dinilai feminin saat berada di depan kelas.
Video tersebut diunggah akun TikTok @sin6_0 dan telah ditonton sekitar 4,5 juta kali. Berdasarkan informasi yang tercantum pada akun tersebut, sang guru merupakan lulusan S1 Art & Design Universitas Negeri Gorontalo (UNG) angkatan 2020.
BACA JUGA:
- Viral Video Perploncoan di Unhas, Rektorat Bekukan Pengaderan KM FMIPA
- Wakasek SMAN 1 Pamanukan Didemo Siswanya Imbas Kasus Pelecehan
- Viral Maba UNP Jalan Jongkok, Kampus Bantah Perpeloncoan
Tuai Kritik Warganet
Penampilannya saat mengajar kemudian menjadi perhatian warganet. Sebagian mempertanyakan kesesuaian penampilan tersebut dengan etika dan profesionalisme seorang guru, sementara sebagian lainnya menilai penampilan tidak seharusnya menjadi persoalan selama seorang pendidik mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
Perdebatan tersebut kemudian berkembang di berbagai kolom komentar. Sejumlah warganet menyoroti aturan mengenai penampilan dan perilaku tenaga pendidik, sedangkan lainnya lebih menekankan pada kualitas pembelajaran yang diberikan kepada siswa.
Salah satu warganet mengingatkan bahwa terdapat kode etik yang mengatur penampilan dan perilaku pegawai.
“Ada kode etik pegawai, termasuk dandanan, perilaku pegawai laki-laki dan wanita. Bisa ditegur BKD kalau tidak sesuai kode etik.”
Komentar serupa disampaikan oleh warganet lainnya. Ia menilai penampilan tersebut perlu dilihat dari konteks penggunaannya. Menurutnya, jika hanya digunakan untuk kepentingan pembelajaran tertentu, hal itu berbeda dengan apabila penampilan tersebut merupakan kebiasaan sehari-hari.
“Jika penampilan seperti itu hanya metode yang ada kaitannya dengan sebuah pembelajaran, tidak jadi masalah. Namun apabila berpenampilan seperti itu karena sudah kebiasaan, ini harus dirubah dan diluruskan karena nantinya akan ditiru oleh anak didiknya.”
Sementara itu, warganet lain dengan akun Obat Stres menilai guru memiliki posisi sebagai teladan bagi siswa.
“Harus ditegur sih ini. Di Indonesia harus dijaga dari hal begini. Apalagi guru, ‘digugu lan ditiru’.”
Ada pula warganet yang menyoroti atribut dan tata tertib yang berkaitan dengan lingkungan pendidikan. Sita Resmi menulis bahwa berbagai hal di lingkungan sekolah memiliki aturan tersendiri.
“Lihat bapak yang di belakangnya, logo Tut Wuri Handayani. Masak dipasang di lengan. Semua ada tata tertibnya.”
Klarifikasi Sang Guru
Di tengah perdebatan tersebut, guru tersebut menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman dengan video yang beredar.
Yasin mengakui bahwa sebagai seorang guru, apa pun yang ditampilkan di media sosial dapat menimbulkan berbagai penilaian. Karena itu, ia menyatakan menerima kritik dan masukan yang diberikan kepadanya.
Ia menjelaskan bahwa makeup yang digunakan dalam video tersebut merupakan riasan sederhana untuk menunjang penampilan agar wajahnya tidak terlihat pucat ketika berada di depan kamera.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada maksud untuk merendahkan, melecehkan, ataupun mengajak orang lain meniru penampilannya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya memahami posisinya sebagai seorang guru. Kepada para siswa, ia mengaku tetap memberikan batasan dan arahan mengenai sikap serta penampilan yang sesuai dengan lingkungan sekolah.
Menurutnya, selama mengajar tidak ada siswanya yang mengikuti atau meniru penampilan tersebut. Ia pun menyatakan akan menjadi orang pertama yang melarang dan mengarahkan siswa apabila terdapat hal dalam dirinya yang dinilai tidak tepat untuk ditiru.
Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat sikap atau konten yang dianggap keliru dan menjadikan kritik yang diterimanya sebagai bahan introspeksi.
“Saya hanyalah manusia biasa yang masih terus belajar menjadi guru yang lebih baik.”
Ia juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan kritik, baik yang disampaikan dengan cara yang baik maupun kurang baik. Ia berharap masukan tersebut dapat membantunya menjadi pribadi sekaligus guru yang lebih baik ke depannya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply