BRIN Buat Gebrakan Riset Antariksa yang Bermanfaat Konkret

Sampah antariksa yang jatuh di Kalimantan Barat. (Dok.BRIN)
Sampah antariksa yang jatuh di Kalimantan Barat. (Dok.BRIN)
Sharing for Empowerment

ORPA BRIN dorong riset antariksa berdaya guna tinggi. Siapkan teknologi SSA dan cuaca antariksa untuk TNI AU, BMKG, hingga AirNav!

BANDUNG, KalderaNews.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) mengarahkan pengembangan riset antariksa nasional agar tidak berhenti pada tahap capaian akademis semata.

Hasil penelitian kini difokuskan untuk memproduksi inovasi canggih dan layanan nyata yang berdampak luas bagi berbagai sektor strategis nasional.

Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan sensor unggulan, Space Weather Information System (Sistem Informasi Cuaca Antariksa), serta Space Situational Awareness (SSA).

BACA JUGA:

“Pengembangan layanan tersebut diarahkan agar dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Layanan space weather dan SSA, misalnya, direncanakan untuk mendukung kebutuhan AirNav, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta TNI Angkatan Udara. Pengembangannya juga diarahkan agar terhubung dengan jaringan internasional,” tegas Kepala ORPA BRIN, Robertus Heru Triharjanto.

Observatorium Timau hingga Radar Pasif Disiapkan

Menindaklanjuti strategi tersebut, Kepala Pusat Riset Antariksa BRIN, Emanuel Sungging Mumpuni, tengah menyiapkan berbagai peralatan mutakhir guna mendukung sistem pemantauan SSA di seluruh Indonesia.

Infrastruktur dan teknologi yang disiapkan meliputi:

  • Jejaring Ionosonde & Magnetometer: Untuk memantau dinamika lapisan ionosfer dan medan magnet bumi.
  • Sistem Radar Pasif: Dikembangkan khusus untuk melacak serta memantau keberadaan satelit.
  • Sistem Optika Canggih: Ditempatkan di kawasan Observatorium Nasional Timau untuk pemantauan objek antariksa presisi tinggi.

Formulasi Anggaran Baru Riset Antariksa 2027

Di samping penguatan layanan, ORPA BRIN saat ini sedang memformulasikan skema pengelolaan program dan anggaran riset antariksa untuk tahun anggaran 2027.

Heru menjelaskan bahwa pembiayaan riset antariksa tahun depan akan mengalami pergeseran format.

Sebagian besar pendanaan akan dialokasikan melalui Program Riset Invitasi Strategis (PRIS) serta Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), yang kemudian diperkuat oleh pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Arah kebijakan dan evaluasi ini dibahas dalam agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) Rumah Program dan RIIM Triwulan III Tahun Anggaran 2026 di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Samaun Samadikun, Bandung.

Evaluasi mencakup berbagai disiplin ilmu seperti astronomi, astrofisika, ionosfer, geomagnet, hingga lingkungan antariksa agar pengembangan riset berjalan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


102 views