Viral Bahaya Laksatif untuk Diet, Kuy Kenali Melanosis Coli

Unggahan dokter dan edukator kesehatan dr. Adam Prabata
Tangkapan layar unggahan dokter dan edukator kesehatan dr. Adam Prabata (KalderaNews/Threads @adamprabata)
Sharing for Empowerment

Penjelasan dr. Adam Prabata soal bahaya penggunaan laksatif atau pencahar jangka panjang untuk diet dan melanosis coli.

JAKARTA, KalderaNews.com – Dalam beberapa waktu terakhir, media sosial dihebohkan oleh perbincangan mengenai bahaya penggunaan laksatif atau obat pencahar secara sembarangan.

Praktik menyalahgunakan obat pencahar sebagai sarana instan untuk menurunkan berat badan masih marak ditemukan di masyarakat.

Banyak orang berharap dengan melancarkan buang air besar (BAB) secara paksa, kalori dari makanan yang dikonsumsi tidak akan terserap sempurna oleh tubuh.

BACA JUGA:

Namun, mengonsumsi zat laksatif stimulan untuk tujuan estetika atau diet cepat menyimpan risiko kesehatan serius pada saluran pencernaan yang kerap diabaikan.

Penjelasan dr. Adam Prabata: Bahaya Melanosis Coli

Melalui unggahan di platform Threads, dokter dan edukator kesehatan dr. Adam Prabata (@adamprabata) menyoroti dampak buruk dari pemakaian laksatif stimulan dalam jangka panjang. Ia memberikan peringatan medis secara langsung mengenai bahaya kondisi tersebut:

@adamprabata: “Video sebelah kanan itu namanya melanosis coli, yang disebabkan oleh penggunaan zat laksatif stimulan jangka panjang. Zat laksatif stimulan ini sering disalahgunakan untuk menurunkan berat badan secara cepat. Laksatif itu adalah obat pencahar, jadi disalahgunakannya agar BAB jadi lancar dan harapannya kalori dari makanan gak semuanya terserap tubuh. Sumber Ilmiah: Melanosis coli: A comprehensive review.”

Berdasarkan literatur ilmiah tersebut, melanosis coli merupakan kondisi ditemukannya pigmentasi gelap (hitam atau cokelat tua) pada dinding mukosa usus besar. Penumpukan pigmen ini dipicu oleh kerusakan sel-sel epitel dinding usus akibat paparan zat pencahar stimulan secara kronis.

Diskusi Publik dan Komentar Asli Warganet

Unggahan edukatif tersebut memicu ragam tanggapan dari warganet. Banyak di antaranya yang membagikan pengalaman pribadi, pertanyaan medis, hingga pandangan mengenai kebiasaan BAB sehari-hari:

1. Pengalaman Efek Samping Obat Pencahar

Beberapa warganet menceritakan efek samping fisik yang mereka rasakan saat mengonsumsi obat pencahar saat sembelit:

    @mam.tatan: “Aku kalau minum obat pencahar perut y sakit banget terus keringet dingin keluar , pandangan kabur kaya mau pingsan , Btw saya minum obat pencahar kalau lagi sembelit bukan karena diet / takut gemuk .”

    @wahid_artinya_1: “aku aja seminggu ga bab panik 😭 smaa bab susah keluar alahasi pake microlaxx langsung plonggg walaupun sambil keringetan”

    2. Pertanyaan Medis dan Kebiasaan Pencernaan

    Warganet juga menanyakan keamanan produk herbal serta kebiasaan minum kopi di pagi hari:

      @hendra_krisdian: “Apa ini akibat keseringan minum semacam vegeta / flimty ?”

      @dinizahra: “@adamprabata kalo lg terapi pake lactulax lactulose aman gak dok utk jangka panjang? πŸ™”

      @honey_syafa: “Dok saya setiap pagi minum kopi hitam tanpa gula dalam keadaan perut kosong biar bisa BAB. Boleh gak ya dok? (Alhamdulillah gak punya riwayat sakit lambung)”

      @jktfoodmap: “Kalau calory blocker sama bahaya nya atau ga ya?”

      3. Masalah Sembelit pada Anak dan Ketergantungan

      Orang tua turut mengeluhkan masalah pencernaan yang dialami oleh anak mereka:

        @nandaa.lestarie: “Anakku sebulan baru pup yang tuntas, segala cara sudah ku lakukan tapi tetap aj gitu😭 minum pencahar pun tidak langsung ngefek. Sarannya dong udah di tahap pasrah tapi kasihan”

        4. Kritik Terhadap Cara Diet Instan vs Pola Hidup Sehat

        Di sisi lain, warganet lain menekankan pentingnya defisit kalori, olahraga, dan asupan serat alami ketimbang mengandalkan cara instan:

          @faazaaa___: “aq heran sama orang” yg beli produk penurun berat badan seperti teh herbal, atau obat obatan, padahal ada yg namanya olahraga dan defisit kalori, tentu saja lebih aman dan sehat”

          @andiyan_97: “Mereka maunya yang instan maybe, atau karena udah putus asa ka kita jg gak tau”

          @marcex.macrolone: “Kunci nya makan sayuran as fiber alami, dan bowel movement dengan rajin olahraga, jujur sangat sangat membantu dan berguna, aku sejak jadi vegetarian gak pernah bermasalah soal poop… Yogurt atau yakult juga butuh banget yak biar seimbang! Semangatt semua !!”

          Langkah Aman Menjaga Kesehatan Pencernaan

          Penggunaan obat pencahar pada dasarnya hanya diperuntukkan bagi kasus sembelit akut sesuai petunjuk medis, bukan untuk menurunkan berat badan. Menyalahgunakan laksatif secara kronis dapat merusak pergerakan alami (peristaltik) usus hingga memicu gangguan organ sistem pencernaan.

          Untuk menjaga kelancaran BAB dan kesehatan usus secara jangka panjang:

          • Pola Makan Tinggi Serat: Perbanyak konsumsi sayuran hijau, buah-buahan, serta air putih yang cukup.
          • Aktivitas Fisik Teratur: Olahraga rutin membantu merangsang bowel movement atau pergerakan usus secara alami.
          • Konsultasi Medis: Bila mengalami keluhan sembelit berulang atau kronis, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter daripada mengonsumsi obat pencahar mandiri secara terus-menerus.

          Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

          *Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

          Be the first to comment

          Leave a Reply

          Your email address will not be published.


          *


          132 views