Viral, Netizen Ini Kesal Usai Ikuti Seleksi Wawancara Beasiswa LPDP 2019




Kicauan akun @whatshabb usai mengikuti seleksi LPDP 2019
Kicauan akun @whatshabb usai mengikuti seleksi LPDP 2019 (KalderaNews/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Dua tahun lalu proses seleksi beasiswa LPDP dikritik karena pewawancara bertanya soal agama, suku, hingga rumah tangga yang bersifat pribadi.

Pada tahun ini (2019) hal serupa yang terkait dengan hal-hal yang sifatnya pribadi kembali menjadi perbincangan hangat warga netizen.

Bermula dari kicauan pemilik akun @whatshabb pada 24 November 2019 “Gila LPDP gila!!!! Batch tahun ini diharuskan menyetujui bahwa pengalaman selama wawancara harus Dikeep. Ini Ada Surat persetujuannya setelah calon awardee dapet hasil seleksi tahap 2. Kayaknya si karena dulu sempet jadi sorotan krn isi wawancaranya gajelas.”

Sontak kicauan ini menjadi viral. Pantauan KalderaNews pada Selasa Malam, 26 November 2019, kicauan @whatshabb telah diretweet 4,8 ribu, dilike 7,7 ribu dan panen komentar sebanyak 266 komentar.

BACA JUGA:

Selanjutnya pemilik akun @whatshabb kembali curhat panjang lebar sebagai berikut, “Gue Kira pengalaman gue udh cukup malesin krn lo bayangin lah 90 mins gue ditanya2in pandangan soal LGBT lah free sex lah apalah2 yg menurut gua kaga Ada nyambung2nya sama rencana kuliah & nasionalisme gua. Barusan gue Di chat sama relative Dan bikin syok anj** ketriggered gua!!

Jadi buat loe loe pada Yang kaga Lulus beasiswa LPDP gausa kecil Hati Karena ampas bangat dah???? Wawancara beasiswa kayak gitu???

Beneran deh klo loe niat sekolah lagi Dan niatnya tulus murni Insha Allah jalan mah Ada aja. Share kayak gini d grup LPDP seperti biasa awardee ignorant ngejawab “gausah emosi, jawab aja minta maaf ini privacy. krn bs jadi pewawancara cuma ngetes emosi”

Terus buat temen2 yg Akan wawancara, tetep semangat. Jgn segan2 untuk lapor kalo mengalami hal2 yg tidak menyenangkan.

Anyway, mungkin gini kali ya rasanya jadi korban kekerasan sexual. speak up tapi dituduh bikin konten lah, boong lah, apalah. malah dibilang gue barisan sakit hati krn ga lolos segala macem.

Alhamdulilaaah rejeki gue sekolah ada aja. pake skema beasiswa lain. Kenapa gue speak up? supaya lo pada aware dan ini proses seleksi masih berlangsung jd bisa dipantau. trs perkara klo lo ga dpt kejadian kayak gini, ya bagus, krn emg udh semestimya ga perlu ada pelecehan dan pertanyaan2 irrelevant.

Gue tau kok banyak awardee yg ignorant dan bilang macem2. untungnya gue jg dibantu sm temen2 awardee untuk kawal kasus ini. thanks bgt buat yg udh support dan juga speak up ttg pengalaman buruknya, semoga kedepannya LPDP jd lebih matang dari hulu ke hilir.

Menanggapi curhatan ini, reaksi netizen beragam. Ada yang mengecam, mendukung upaya mencari pelaku “oknum pewawancara”, ada yang meragukan dan masih banyak lagi seperti terangkum dalam beberapa komentar berikut ini:

Tunggal Pawestri @tunggalp, “Yah begitulah… gak heran

Trey @treyaieden “Saya mendukung mu Kak! Mungkin perlu dibikin penelitian ilmiah nya, hubungan LGBT aka orientasi seksual dengan prestasi. Bikin kesel. Ada korelasinya gtu?”

Widia @widiahapsarika ” kalo pertanyaan ttg kemungkinan langgeng sama pasangan, jujur menurut gw sedikit makes sense. banyak awardee yang depresi dll krn masalah LDR sama pasangan ATAU KABUR keluar negeri kaga mau balik abis lulus krn dapet orang sana. Menurut gw, selama kasus awardee masih ada yg kaya gitu, wajar kalo pertanyaan interviewer juga akan aneh sih.”

saputri_dewi @saputri_dewi1 “Berarti gua harus nabung dari sekarang,biar kalau anak gua mau kuliah luar negeri ngga perlu minta bantuan ke negara kek gini”

o p i n @opin_mudroff “Mba kalo dipanggil secara resmi dateng, ya. Biar clear. Biar lpdp semakin baik lagi. Dalam proses seleksi, lpdp juga butuh kontrol dari masyarakat. Soalnya beberapa kasus yg lalu lalu, koar koar di sosmed pas dipanggil lpdp buat dimintai informasi gamau dateng.

azvinl @azvinl “Sebetulnya apa alasan pertanyaan semacam itu? Apakah benar-benar ingin tahu atau ngetes reaksi?”

Rizka Syahrani @kakaphilia “Kalo saya yg di interview jawaban pertama saya juga gini nih ‘ini tujuan pertanyaannya apa, ngetes reaksi? ” sambil nyengir. Auto ga lulus kali gw wkwkwkwk

𝑴ʚ𝐦ʚᵴ𝐘ʚⁿ𝕜 @Ardareka ” Sy applyer beasiswa ini, tapi pertanyaan serupa pernah ditanyakan, alhdulillah lolos. Sy rasa ini bergantung pribadi mau diblow up atau tidak, sy dulu jawab apa adanya, karena sy pro LGBT tapi sy kasih penjelasan dengan logis.

Jual PoreBlock @MRAbdullah_13 “Harusnya emg gitu Mas, namanya jg nanya, biasanya org psikologi si yg nanyanya. Ngetes emosi, pandangan. Org terlalu naif bilang ‘gada hubngannya sama ilmu’, dipikir berargumen sesuatu yg sukar itu bukan ilmu kali ya wkwk. Dosen muda di kampus gue jg banyak alumni lpdp, fine2 aja

azvinl @azvinl “Btw kalo udah tanda tangan bahwa isi wawancara itu rahasia, maka harusnya tetap jadi rahasia. Kalo menjaga komitmen kecil kaya gini aja ga bisa, apalagi komitmen besar seperti pulang ke Indo setelah lulus.”

Mega Soekardjiman @megamrsta “Aturan/perjanjian itu belum tentu adil/menguntungkan. Kalau aturan udah jelas merugikan gini apa iya harus dirahasiakan? Bayangkan kalau mas harus ttd rahasia untuk merahasiakan korupsi, yakin mau?”

Agung Dermawan @Agung_Dermawan1 “Tahun 2016 ane ikut tes LPDP ampe tahap wawancara. pertanyaan wawancaranya berbobot kok, berawal dari CV kita, kemudian berlanjut sesuai jawaban kita. Itu pewawancara juga ahli sesuai jurusan dan psikolog. Gak ada bukti rekaman wawancara, jangan asal ngmong deh, fitnah nantinya.”

Goei Diana S @goeidiana “Well, sebenarnya pertanyaan pribadi yg wajib diisi untuk bisa ikut interview itu seleksi BIN.Salah satu tujuannya untuk memastikan anti radikalisme di calon awardee. Untuk interview, saya ga paham kaitannya nasionalisme dan LGBT, dan kalau pertanyaan yg diajukan sudah tidak sopan.

@_butet_harahap ” Diadukan saja dek, catat nama pewawancara @LPDP_RI Kalo dibiarkan, lama-lama bisa ada pertanyaan: “Apakah anda lahir setelah 9 bulan ortu menikah; atau anda lahir kecepetan?” Kan dalih @LPDP_RI utk latih emosi, makanya bermulut jamban.”

Phia @phiaaz “Taun 2012 jaman2nya apply beasiswa (termasuk lpdp). ditanya ttg pekerjaan, lalu kujawab “tax analyst”. lalu obrolan mulai melenceng. 1. selama kerja, ga bisa ngumpulin uang buat s2, duitnya buat apa aja ? si ibu pewawancara ngeliatin gw dari atas sampe bawa. 2. nyecer besaran gaji dan bonus serta alokasinya buat apa aja sampe gw ga bisa nabung buat s2 dg biaya sendiri. 3. kehidupan pribadi (pacar, kehidupan sex, rencana nikah). 4. nuduh gw bantuin klien dan kantor gw ‘ngemplang pajak’.”

Anggika @nayounged “Kakak sepupu aku dapet LPDP tahun ini (atau tahun sebelumnya? idk). Dia cerita waktu wawancara dikasih pertanyaan yang intinya mastiin pesertanya terpapar radikal atau tidak

MOSALAKI @yos_kebe “Ketahuilah, bahwa negara hanya bisa dipertahankan oleh pemuda dan pemudi yang mampu mempertahankan keperjakaan dan keperawanan, bahkan stlh menikah.”

Misbah Husolli’ @misbahhusolli “Mbak nya bukannya dulu yang sering aktif di grup telegram dan ikut Persiapan SBK dan wawancara LPDP juga kah? Kayaknya sihhh, atau mirip…

Ishaq @ishaqibnismail “Setahu saya setiap wawancara LPDP itu direkam, termasuk nama2 pewawancaranya. Panitia jg banyak dsana. Turut prihatin dgn kasus kakak dan teman kakak. Tp seandainya saya yg d posisi kakak, saya akan lapor hal2 ky gtu lgsg k panitia, minta rekaman diputar. Br push sbg bhn evaluasi.”

Muh Syafii Sitorus @syafiiiiiii “Aku sih kemarin masih dapet yang on the track, mungkin karena laki2 dan interviewernya semua buibu. Cuma memang ulasan mengenai proposal study dan study plan sangat sebentar sekali. Lebih banyak bicara pengalaman, pekerjaan, dan seputr psikologi questions.

DMP @dionprass “Dulu prnh smp wawancara & disuruh mengekspresikan nasionalisme. Bagi saya, ekspresi nasionalisme saya ya tertuang dlm rencana studi & penelitian. Bgmn itu bermanfaat bagi bangsa & negara. Namun, bagi pewawancara, ekspresi nasionalisme itu berupa puisi atau nyanyian. Alhamdulillah nggak lolos & hrs pake biaya sendiri (hutang) utk lanjut S2. Sekarang, masih bersyukur, bisa dapet beasiswa S3. Trmksh #LPDP sdh sangat normatif dan formal, sehingga saya dpt beasiswa dari pemerintah negara lain.” (JS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*