Jangan Terlena Hingga 29 Mei 2020, Update: 172 Pasien Positif Corona, 9 Sembuh, 5 Meninggal

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA, KalderaNews.com – Pemerintah Indonesia kembali mengumumkan kasus baru virus corona di Indonesia, Selasa, 17 Maret 2020. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan jumlah kasus virus Corona di Indonesia menjadi 172 kasus.

Ia menegaskan jumlah pasien positif wabah virus Corona (Covid-19) terus bertambah. Saat ini jumlahnya menjadi 172 pasien. Sementara pada Senin, 16 Maret 2020 lalu jumlah pasien positif Covid-19 134 orang, data terakhir per Selasa 17 Maret 2020 menjadi 172 orang.

Kenaikan ini cukup signifikan dimana ada lonjakan 38 kasus positif Corona dalam sehari. Menariknya, tambahan kasus positif Corona terbanyak berasal dari Provinsi DKI Jakarta, disusul Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Provinsi Kepulauan Riau.

BACA JUGA:

Kabar gembiranya, jumlah pasien sembuh bertambah 1 orang dari yang semula berjumlah 8 orang kini menjadi 9 orang dan kasus pasien Corona yang meninggal dunia pun bertambah menjadi 7 orang.

Sebelumnya disampaikan bahwa pasien-pasien virus Corona yang telah dikonfirmasi tersebar di delapan wilayah, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Banten.

Persebaran yang terdeteksi ini tentu jangan membuat terlena karena Badan Nasional Penanggulangan Bencana sendiri telah memperpanjang masa darurat bencana wabah virus corona di Indonesia hingga 29 Mei 2020 dan penanganannya dipercayakan pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diketuai oleh Kepala BNPB, Doni Monardo

Perpanjangan masa darurat bencana Covid-19 ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala BNPB Nomor 13.A Tahun 2020. Surat tersebut telah ditetapkan di Jakarta pada 29 Februari 2020 lalu dan ditandatangani oleh Kepala BNPB, Doni Monardo.

“Perpanjangan status keadaan tertentu sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu berlaku selama 91 hari terhitung sejak tanggal 29 Februari 2020 sampai dengan 29 Mei 2020,” tulis surat keputusan tersebut.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*