Holland Alumni Network Indonesia Singkap Rahasia Usaha yang Mau Go-Online di Tengah Pandemi Covid-19




Anggota aktif Holland Alumni Network Indonesia, Hera Laxmi Devi Septiani
Anggota aktif Holland Alumni Network Indonesia, Hera Laxmi Devi Septiani (KalderaNews/Neso Indonesia)

JAKARTA, KalderaNews.com – Holland Alumni Network Indonesia menyelenggarakan kuliah online (Holland Alumni Lecture) bertajuk “Making Small businesses Thrive during and post-Covid-19 Pandemic” pada Sabtu, 15 Agustus 2020. Holland Alumni Lecture merupakan rangkaian acara #dirumahaja series yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia.

Acara ini dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya para pelaku bisnis, agar bersama-sama mendiskusikan langkah dan solusi terbaik dan tetap menjaga stabilitas ekonomi di tengah dan pasca kondisi pandemi.

Kuliah online kali ini menghadirkan anggota aktif Holland Alumni Network Indonesia, Hera Laxmi Devi Septiani, praktisi di bidang digital marketing dengan pengalaman kerja di industri Digital OTT Online Streaming, telekomunikasi dan asuransi.

BACA JUGA:

Pengurus Holland Alumni Network Indonesia, Dito Alif Pratama menegaskan dampak penyebaran virus corona masih sangat terasa sekaligus menjadi tantangan bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali para pelaku bisnis dan usaha kecil menengah lainya.

Situasi pandemi ini mau tidak mau, suka tidak suka, menuntut para pengusaha untuk menyesuaikan diri dengan pola kerja baru. Adanya batasan ruang gerak diantara masyarakat pun memaksa para pelaku bisnis untuk mencari jalan keluar agar dapat tetap bertahan di masa yang tidak menentu seperti saat ini.

Hera Laxmi Devi Septiani dalam paparannya menyoroti 4 dampak utama dari pandemi yang dirasakan langsung oleh para pelaku bisnis dan pekerja, mulai dari bisnis yang berguguran, perubahan perilaku konsumen, karyawan yang harus dirumahkan, peraturan yang harus banyak berubah menyesuikan situasi.

“Pandemi ini telah membuat kurang lebih 84.926 perusahaan sektor formal merumahkan pekerjanya dan mem-PHK sedikitnya 1.546.208 pekerja, ditambah 31.444 perusahaan sektor informal yang juga harus merumahkan pekerjanya dan menyebabkan kurang lebih 538.385 karyawan di-PHK berdasarkan data per tanggal 20 April 2020,” tegas salah satu awardee StuNed pada tahun 2007 dan menyelesaikan program studi master di The Hague University of Applied Sciences, Den Haag, Belanda.

“Wabah corona ini telah mampu mendisrupsi hidup kita. Walaupun pandemi corona ini telah mampu mendisrupsi hidup manusia, bukan berarti itu semua membuat kita pasrah dan menyerah, khususnya para pelaku usaha. We can’t control the wind, but we can adjust the sails. Kita memang tidak bisa mengontrol angin, tetapi kita tetap bisa mengatur layarnya,” imbuh kandidat doktor di bidang marketing dengan judul disertasi “Adopsi Sharing Economy Peer-to-Peer Lending dan Dampaknya Terhadap Usaha Tani Berkelanjutan” di sekolah bisnis IPB, Bogor.

Devi lantas merekomendasikan beberapa strategi kepada para pelaku usaha untuk tetap bertahan di tengah dan pasca pandemi nantinya. Diantaranya adalah dengan senantiasa jeli melihat peluang bisnis yang ada dengan kata lain tidak hanya terpaku pada satu model bisnis, membangun komunikasi kreatif agar menarik minat dan perhatian para konsumen, serta memanfaatkan kemajuan teknologi (media sosial) untuk mendongkrak usaha.

Beberapa manfaat usaha yang go-online yang disampaikannya adalah:

  • Pasar global
    Toko fisik terbatasi oleh area geografis, sementara toko online bisa menjangkau seluruh dunia
  • Jam operasional 24 Jam
    Toko online tidak terbatasi oleh jam operasional, bisa terus buka dan beroperasi 24/7/365
  • Hemat biaya
    Biaya lebih hemat karena tidak perlu sewa tempat.
  • Manajemen Inventori
    Manajemen inventori dapat dilakukan secara elektronik sehingga mempercepat proses pemesanan, pengiriman dan pembayaran.
  • Targeted marketing
    Data pelanggan yang lengkap memungkinkan untuk mempelajari perilaku pelanggan serta tren industri yang baru, sehingga dapat memberikan layanan yang di-personal-isasi bagi setiap pelanggan.
  • Bekerja dari mana saja
    Menjalankan bisnis online tidak perlu datang dan duduk di kantor dari jam 9-5. Laptop dan jaringan Internet yang cepat sudah cukup untuk mengelola bisnis dari mana saja.

“Di zaman yang apa-apanya menggunakan media digital (teknologi), kita sebagai pelaku bisnis juga harus melihat peluang ini dengan mulai beralih memasarkan bisnis kita melalui media digital,” pungkasnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*