Gereja Katolik Jakarta Imbau Umat Tidak Mudik Natal dan Tahun Baru

Sekretaris KAJ Romo Vincentius Adi Prasojo. (KalderaNews.com/y.prayogo)
Sekretaris KAJ Romo Vincentius Adi Prasojo. (KalderaNews.com/y.prayogo)

JAKARTA, KalderaNews.com – Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengimbau umat Katolik di wilayah KAJ tidak mudik atau pulang kampung dan berlibur pada perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Hal ini untuk mendukung usaha pemerintah mengendalikan penyebaran Covid-19.

BACA JUGA:

“Umat Katolik di KAJ diimbau untuk tidak melakukan mudik ataupun berlibur ke tempat yang ramai, demi keamanan dan kenyamanan bersama,” kata Sekretaris KAJ Romo Vincentius Adi Prasojo.

Wilayah Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) adalah paroki-paroki yang berada di wilayah Provinsi DKI Jakarta, sebagian di daerah Bekasi, dan sebagian ada di daerah Tangerang.

KAJ juga telah mengeluarkan Surat Keputusan tentang Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal 2020 di masa Pandemi Covid-19. Surat tersebut diterbitkan pada 12 Desember 2020 lalu.

Dalam surat keputusan tersebut, KAJ mengajak umat Katolik menyambut Natal di masa pandemi Covid-19 dengan semangat sukacita secara sederhana. “Marilah kita sebagai putra-putri Allah membangun keluarga Kerajaan Allah dengan mencintai sesama seperti diri sendiri.”

Misa Natal di Katedral Jakarta

Sementara, KAJ juga telah menetapkan paroki-paroki di wilayahnya yang memenuhi syarat melakukan Misa tatap muka diperbolehkan menambahkan jumlah Misa saat perayaan Natal nanti. Paroki bisa menggelar 2 kali Misa tatap muka pada 24 Desember 2020 dan 2 kali Misa tatap muka pada 25 Desember 2020.

“Untuk Misa Pontifikal yang dipimpin Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo akan diadakan secara offline pada 25 Desember pukul 11.00 di Katedral Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Misa ini juga akan disiarkan langsung oleh KAJ atau TVRI,” ujar Romo Adi Prasojo.

Sementara, Humas KAJ, Susyana Suwadie menyampaikan beberapa syarat untuk umat yang dapat mengikuti Misa offline atau tatap muka untuk perayaan Natal 2020:

  • Sebelum mengikuti perayaan Ekaristi Natal, umat harus mendaftarkan diri secara online di laman belarasa.id.
  • Umat yang telah mendaftar secara online akan mendapatkan QR code untuk di-scan sebelum memasuki gereja untuk mengikuti Misa offline.
  • Selain itu, umat juga harus membawa KTP untuk memastikan QR code tidak dipakai orang lain.
  • Umat yang bisa mengikuti Misa offline hanya yang berusia 18-59 tahun.
  • Umat harus terdaftar sebagai warga paroki setempat dan hanya bisa mengikuti Misa di parokinya. Artinya, umat dari paroki atau daerah lain tidak bisa mengikuti Misa secara offline.
  • Jumlah umat dibatasi hanya 20 persen dari kapasitas gereja.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*