Akademi Madrasah Digital, Ikhtiar Cetak Generasi Unggul




Ilustrasi: Akademi Madrasah Digital atau AMD 2020. (KalderaNews.com/Ist.)
Ilustrasi: Akademi Madrasah Digital atau AMD 2020. (KalderaNews.com/Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Sejak 2020, Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Akademi Madrasah Digital atau AMD. Program ini untuk mendukung program pengembangan pendidikan madrasah.

BACA JUGA:

“Melalui AMD, kami meyakini akan mampu mencetak generasi Indonesia unggul yang siap menghadapi era revolusi industri 4.0, yaitu, generasi madrasah yang mampu menguasai teknologi informasi, khususnya Internet of Things, Big Data, Komunikasi, Pemasaran, dan kewirausahaan,” kata Sekjen Kemenag, Nizar di Jakarta.

Kini, AMD telah memasuki tahap akhir. Dewan juri telah menetapkan lima dari 22 tim yang akan berlaga di babak final.

Berikut ini lima finalis AMD 2020:

  1. AQUIOTS, MA Darussalam Jombang dengan judul project Inovasi Sistem Aquaponik Cerdas Berbasis IoT Sebagai Teknologi Urban Farming
  2. SKYRONE, MA Insan Cendekia Tanah Laut dengan judul project Teknologi Pemantau Lahan Jagung Berbasis IoT.
  3. E-CLEAR, MAN 2 Nganjuk dengan judul project Sistem Monitoring dan Pemilah Sampah Berdasarkan Jenis Sampah Menggunakan Teknologi Machine Learning.
  4. MUSTECH, MAN 2 Majalengka dengan judul project Sistem Monitoring Suhu dan Kelembaban Jamur Tiram Berbasis IoT.
  5. MEDIGATE, MAN 2 Kudus dengan judul Pembatasan Jumlah Pengunjung dengan People Counter Berbasis IoT Untuk Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Konsep pembelajaran yang diberikan kepada anak didik melalui AMD adalah pembelajaran soft skill dan pendampingan pengembangan prototype. Hal ini akan semakin membuat anak didik di madrasah semakin hebat bermartabat serta mampu menjadi problem solver lewat project yang sudah mereka buat.

Porgram ini penting, kata Nizar, seiring perkembangan dunia digital yang semakin cepat serta kebutuhan manusia akan teknologi yang juga semakin kuat. Melalui Project Based Learning yang dilatih selama AMD ini, para siswa akan terbiasa berpikir dan bekerja kreatif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan berbasis Internet of Things (IoT).

“Mimpi besar kami, dari Kementerian Agama, akan lahir agen revolusi Industri 4.0 di Indonesia melalui terobosan inovasi yang mereka buat hari ini akan berguna bagi masyarakat di masa mendatang,” kata Nizar.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*