21 November, World Hello Day, Begini Sejarah Penggunaan Kata Halo




World Hello Day. (Ist.)
World Hello Day. (Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – World Hello Day atau Hari Halo Sedunia dirayakan tiap 21 November. Perayaan pertama digelar pada 1973.

Hari Halo Sedunia mengajak masyarakat dunia untuk mengucapkan sapaan “Halo” kepada minimal 10 orang.

Makna Hari Halo Sedunia lebih dari sekadar ucapan. World Hello Day adalah tenggapan atas Perang Yom Kippur, antara Israel melawan pasukan Mesir dan Suriah pada 1973.

BACA JUGA:

Perang Yom Kippur merupakan usaha Mesir dan Suriah untuk merebut kembali wilayah yang lepas ke tangan Israel dalam Perang Arab-Israel III pada 1967.

Menanggapi Perang Yom Kippur, McCormack bersaudara, yaitu Brian McCormack lulusan Arizona State University dan Michael McCormack lulusan Harvard, memulai usaha perdamaian.

Mereka pun mengumpulkan uang untuk membeli perangko dan mengirimkan surat kepada sebanyak mungkin pemimpin dunia.

Lewat surat tersebut, mereka meminta para pemimpin dunia untuk mendukung penetapan Hari Halo Sedunia. Halo atau hello sebagai bentuk komunikasi, membawa pesan bahwa berkomunikasi jauh lebih baik daripada saling serang dalam perang.

Pada tahun pertama kampanye, McCormack bersaudara menerima dukungan lebih dari 15 negara. Sementara, dalam 42 tahun terakhir, mereka berhasil mengumpulkan dukungan dari 165 negara tambahan.

Halo sendiri merupakan sapaan yang dipahami hampir di semua tempat di dunia. Kata “halo” atau “hello” muncul pada 1827.

Namun hingga abad ke-19, kata-kata tersebut masih belum digunakan sebagai sapaan seperti sekarang.

Sekitar tahun 1830-an, “halo” menjadi kata untuk menarik perhatian dan mengekspresikan keterkejutan. Halo baru bermakna hai atau sapaan saat telepon diciptakan.

Tapi bukan Alexander Graham Bell yang menjadikan halo sebagai kata pertama saat menelepon. Penemu telepon itu justru merekomendasikan kata “ahoy”. Kata ini berasal dari bahasa Belanda “hoi” yang berarti hai.

Alexander Graham Bell pun selalu menggunakan kata ahoy setiap memulai perbincangan melalui telepon. Kendati begitu, kata ahoy ternyata kurang populer.

Sapaan halo pun menggeser eksistensi ahoy dan menjadi kata paling populer dalam percakapan telepon.

Dan ternyata, kata “halo” untuk mengawali percakapan telepon merupakan ide dari penemu lampu pijar, Thomas Alva Edison.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*