Ricuh! Demo Mahasiswa Uncen Tolak Kenaikan UKT Berujung Bakar Mobil Polisi di Jayapura!

Sharing for Empowerment

JAYAPURA, KalderaNews.com – Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) di Jayapura, Papua, pada Kamis (22/5/2025) siang, berakhir ricuh.

Bentrokan pecah antara mahasiswa dan aparat kepolisian, diwarnai aksi saling lempar batu dan terbakarnya satu unit mobil polisi (Dalmas) di sekitar Gapura kampus Uncen Perumnas 3 Waena.

Demonstrasi yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Uncen ini berlangsung di dua lokasi, yakni Gapura Uncen Bawah Abepura dan Perumnas 3 Waena, dengan kericuhan terpusat di lokasi terakhir. Belum diketahui pasti penyebab terbakarnya kendaraan polisi tersebut.

BACA JUGA:

Para mahasiswa menuntut penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) angkatan 2023 hingga 2025 yang dinilai mengalami kenaikan signifikan dan membebani.

Dalam orasinya, salah satu perwakilan mahasiswa, Yusak Gobay, menegaskan bahwa kenaikan UKT ini sangat memberatkan, terutama bagi masyarakat asli Papua.

“Banyak mahasiswa yang tidak melanjutkan kuliahnya karena kenaikan harga yang dilakukan pihak universitas,” teriak Yusak Gobay.

Ia menambahkan bahwa kenaikan UKT ini menjadi “tamparan keras” bagi masyarakat yang sebagian besar tidak memiliki ekonomi tinggi. “Kami menuntut penyesuaian biaya agar pendidikan tetap diakses semua masyarakat di Tanah Papua,” imbuhnya.

Gobay juga memperingatkan bahwa jika kenaikan UKT tetap dipaksakan tanpa pertimbangan yang matang dan tanpa keadilan, maka “Uncen tidak berjalan sesuai dengan hadirnya Uncen untuk orang Papua.”

Pasca-kericuhan, sejumlah polisi anti huru-hara berseragam lengkap tampak berjaga-jaga di sekitar gapura masuk Uncen di Perumnas 3. Aktivitas kampus sempat terhenti, dan banyak mahasiswa memilih untuk pulang ke rumah masing-masing.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


1,137 views