BENGKULU, KalderaNews.com – Atrium Bencoolen Mall Bengkulu berubah menjadi panggung ekspresi seni yang memikat pada Sabtu (31/05), ketika Sekolah Sint Carolus Bengkulu menyelenggarakan Pentas Seni bertajuk “Bestari dalam Harmoni”.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 14.00 WIB hingga 21.30 WIB ini merupakan bagian dari rangkaian acara Education Fair 2025 yang diadakan oleh Bencoolen Mall, digelar sebagai ruang pameran dan interaksi pendidikan di Bengkulu.
Pentas seni kali ini menampilkan keberagaman bakat dan ekspresi seni siswa dari jenjang TK hingga SMA , antara lain: drumband TK, kolaborasi musik angklung, tari dan dol TK, fashion show TK, tarian kreasi daerah, solo song, musik dol, mendongeng, story telling, duet song, ansambel musik, musikalisasi puisi, hingga penampilan band siswa SMA .
BACA JUGA:
- Guru Yayasan Tarakanita Ikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) di Universitas Bengkulu
- Puncak P5 TK Sint Carolus Bengkulu Penuh Warna dan Makna
- SMP Sint Carolus Bengkulu Gelar Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Kelas
Tema “Bestari dalam Harmoni” menjadi semangat utama yang menjiwai seluruh penampilan. Dengan mengangkat tema “Bestari dalam Harmoni”, kegiatan ini mengajak seluruh warga sekolah untuk menyelaraskan kecerdasan, kreativitas, dan keragaman melalui seni. “Bestari” mengandung makna cerdas, kreatif, dan berbudi pekerti.
“Bestari” mencerminkan siswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bijak dan berakhlak mulia. Sedangkan “Harmoni” merepresentasikan kesatuan dalam keberagaman baik dalam bentuk seni, usia, maupun ekspresi personal. “Harmoni” menggambarkan kerukunan dan keselarasan dalam keberagaman, baik dalam berkarya maupun berinteraksi.
Siswa-Siswi Tampil Percaya Diri
Setiap pertunjukan, menggambarkan bagaimana siswa-siswi tampil dengan percaya diri, menyatu dalam tim, saling melengkapi kekurangan, dan menciptakan karya seni yang menyentuh. Pentas ini sekaligus menjadi cerminan dari pendekatan pendidikan di Sint Carolus yang menyeimbangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Lebih dari sekadar ajang tampil, kegiatan ini menjadi implementasi nyata dari Value Proposition Sekolah Sint Carolus Tarakanita Bengkulu: “Adaptive and Explorative Learners.” .

Siswa yang tampil dalam berbagai bentuk seni menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan beragam peran, tantangan, dan media ekspresi.
Dari siswa TK yang harus berani tampil di depan umum, hingga siswa SMA yang mampu mengaransemen musik dan mengekspresikan puisi dalam bentuk musikalisasi, semua menggambarkan jiwa adaptif yang terus berkembang.
Memupuk Jiwa Eksploratif
Selain itu, proses latihan dan penampilan ini juga memupuk jiwa eksploratif, dimana siswa diajak untuk mencoba berbagai bentuk seni, menjelajah budaya lokal seperti dol dan tari tradisional, serta mengolah ide menjadi pertunjukan yang utuh dan bermakna.
Dalam proses eksplorasi inilah, kreativitas dan karakter mereka terbangun. Penampilan musikalisasi puisi dan story telling menjadi media eksplorasi ekspresi diri dan literasi, yang juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan empatik.
Acara dibuka oleh drumband TK, mengundang senyum dan tepuk tangan dari penonton. Diikuti oleh fashion show siswa TK yang menampilkan kostum bertema budaya dan lingkungan, menunjukkan integrasi seni visual dan pendidikan karakter sejak dini.

Tari dol dan tarian kreasi daerah membangkitkan semangat pelestarian budaya lokal. Sementara itu, solo dan duet song dari siswa SD, SMP dan SMA menggambarkan keberanian dan penguasaan teknik vokal yang mengesankan.
Story telling dan mendongeng menghadirkan nilai-nilai moral dengan cara menyenangkan dan mendidik, siswa yang membawakan cerita dalam bahasa Inggris sebagai bentuk kemampuan bahasa asing yang juga diintegrasikan dengan seni.
Acara ditutup dengan penampilan band siswa SMA, yang membawakan lagu-lagu motivasi. Penampilan mereka menyampaikan pesan bahwa generasi muda bisa menginspirasi lewat seni yang otentik dan penuh makna.
Ekspresi Diri dan Bersinergi
Kegiatan ini tidak akan berjalan tanpa peran besar dari para guru, orang tua, dan seluruh komunitas sekolah yang mendukung proses kreatif siswa dari awal latihan hingga penampilan. Lebih dari itu, pentas seni ini adalah bukti bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas, melainkan juga di atas panggung, di balik layar, dan dalam setiap proses latihan penuh semangat.
Pentas seni ini mencerminkan komitmen kami untuk mendampingi siswa menjadi pribadi yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga tangguh, kreatif, adaptif, dan berbudaya.
Pentas Seni “Bestari dalam Harmoni” telah memberikan ruang nyata bagi siswa Sekolah Sint Carolus untuk mengekspresikan dirinya, belajar bersinergi, serta mengasah jiwa adaptif dan eksploratif dalam suasana yang menyenangkan.
Dalam keragaman penampilan dan semangat kolaborasi, terlihat jelas bahwa para siswa sedang tumbuh menjadi pribadi yang “Adaptive and Explorative Learners” yang siap menjawab tantangan zaman dengan bekal karakter dan kreativitas. (Penulis : Petrus Mundana (Humas Tarakanita Wilayah Bengkulu)
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply