
JAKARTA, KalderaNews.com – Setelah gerhana bulan total pada 7–8 September 2025, langit kembali akan dihiasi fenomena gerhana matahari parsial.
Peristiwa ini terjadi saat Bulan menutupi sebagian permukaan Matahari, menghasilkan pemandangan langit yang unik meski tidak sedramatis gerhana matahari total.
Fenomena tersebut dapat diamati di belahan bumi selatan. Di Selandia Baru, gerhana akan tampak seperti cahaya fajar berbentuk sabit.
BACA JUGA:
- Cek Jadwal Mengamati Gerhana Bulan Total 7-8 September 2025 di Indonesia
- Cek! Begini Cara Mengamati Gerhana Bulan Total 7-8 September, Bisa Online dan Offline Lho!
- 8 Fenomena Langit di Bulan September 2025, Mulai Hujan Meteor hingga Gerhana Matahari
Sementara di kawasan Antartika, cakupan gerhana terlihat lebih besar hingga sekitar 80 persen, dan di atas samudera bahkan mencapai 85 persen.
Proses Terjadinya Gerhana Matahari
Gerhana matahari, layaknya gerhana bulan, bukanlah fenomena yang terjadi setiap waktu. Hal ini disebabkan karena orbit bulan tidak selalu berada pada satu garis lurus dengan orbit bumi mengelilingi Matahari.
Menurut keterangan dari laman Ditsmp Kemendikdasmen, proses terjadinya gerhana matahari adalah sebagai berikut:
– Kontak luar/kontak pertama: Pada fase ini, Bulan mulai menutupi bagian dari tepi Matahari.
– Kontak kedua: Kemudian, Bulan akan semakin menutupi Matahari sampai mencapai puncak gerhana.
– Totalitas: Pada fase ini, Matahari sepenuhnya tertutupi dan merupakan momen paling dramatis karena korona matahari akan terlihat. Korona adalah lapisan terluar Matahari yang seperti cahaya bersinar.
– Kontak ketiga: Bulan akan menjauhi posisi tengah Matahari, sehingga Matahari kembali terlihat seperti biasanya.
– Kontak luar/keempat: Bulan akan bergerak menjauhi Matahari lalu mengakhiri gerhana.
Jadwal Gerhana Matahari Tahun 2025-2026
Lalu kapan fenomena gerhana matahari parsial muncul? Fenomena langit ini akan muncul pada 21–22 September 2025.
Pada tahun 2025 ini, NASA telah memprediksi beberapa fenomena gerhana matahari yang akan terjadi pada waktu-waktu berikut:
Gerhana matahari parsial
– Waktu: 21 September 2025
– Wilayah: Australia, Antartika, Samudera Pasifik, Samudera Atlantik
Gerhana matahari cincin
– Waktu: 17 Februari 2026
– Wilayah: Antartika, Afrika, Amerika Selatan, Samudera Pasifik, Samudera Atlantik, dan Samudera Hindia
Gerhana matahari total
– Waktu: 12 Agustus 2026
– Wilayah: Greenland, Islandia, Spanyol, Rusia, sebagian kecil Portugal, sebagian Eropa, Afrika, Amerika Utara, Samudera, Samudra Arktik, dan Samudra Pasifik
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply