Gak Kaleng-Kaleng! Rahasia Work-Life Balance di Italia dan Pentingnya Spesialisasi Program Studi

Consulente presso Uni-Italia in Indonesia Romero Sinaga
Consulente presso Uni-Italia in Indonesia Romero Sinaga (KalderaNews/JS de Britto)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Budaya kerja yang ketat menjaga keseimbangan hidup dan fokus pada spesialisasi program studi menjadi sorotan utama dalam pandangan Italia mengenai pendidikan tinggi dan dunia kerja.

Hal ini diungkapkan oleh Consulente presso Uni-Italia in Indonesia Romero Sinaga di acara EU–ASEAN Scholarships Information Day 2025 di Jakarta, Sabtu, 4 Oktober 2025,

Keseimbangan Hidup: Libur Berarti Libur Total

Romero Sinaga menekankan bahwa implementasi work-life balance di Italia sangat nyata dan diatur ketat.

BACA JUGA:

Ia menyoroti perbedaan mencolok dengan budaya di Asia, dimana seringkali urusan pekerjaan masih menginterupsi waktu libur.

“Mereka mengimplementasikan work-life balance dengan sangat nyata,” ujar Romero.

Ia menjelaskan bahwa ketika seseorang mengambil jatah libur (on leave), fokus mereka adalah benar-benar pada waktu liburan tersebut, dan mereka tidak akan diganggu oleh urusan pekerjaan.

“Di Italia tidak. Ketika Anda mendapatkan libur, ya libur. Tidak ada yang mengganggu Anda,” tegasnya.

Selain itu, Romero juga menyebutkan adanya aturan legal yang mendukung mahasiswa untuk bekerja paruh waktu (part-time job) dengan batas maksimal 20 jam per minggu.

Aturan ini memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja tanpa mengorbankan studi atau waktu istirahat secara berlebihan.

Fokus Eropa: Program Studi yang Spesifik, Bukan Peringkat Institusi Umum

Romero Sinaga juga meluruskan miskonsepsi umum mengenai akreditasi universitas di Eropa. Ia mengakui bahwa negara-negara Asia cenderung berfokus pada akreditasi atau peringkat teratas universitas secara umum (seperti QS atau Times Higher Education).

Namun, ia menegaskan bahwa di Italia, Spanyol, Prancis, Jerman, dan negara anggota Eropa lainnya, fokusnya berbeda. Mereka tidak terlalu mementingkan akreditasi atau peringkat lembaga secara keseluruhan.

“Hal yang sebenarnya terjadi di Eropa adalah program studi yang spesifik itulah yang merupakan program terbaik di universitas tersebut,” jelasnya.

Dengan kata lain, fokus utama di Eropa adalah kesetaraan (equality) antar universitas.

Penilaian kualitas didasarkan pada kekuatan dan spesialisasi program studi tertentu—misalnya, program studi teknik di universitas A mungkin lebih unggul daripada program studi hukumnya—bukan peringkat institusi secara umum.

Fokus sepert ini mendorong mahasiswa untuk memilih kampus berdasarkan kualitas program yang ingin mereka pelajari, bukan hanya nama besar universitasnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


596 views