
JAKARTA, KalderaNews.com – Setiap 17 November, dunia merayakan Hari Pelajar Internasional atau International Students’ Day. Ada kisah heroik dan tragis di baliknya!
Hari ini bukan hanya untuk mengapresiasi peran dan kontribusi pelajar, tetapi juga untuk mengenang sebuah peristiwa kelam nan heroik.
Tanggal 17 November menyimpan kisah tragis di Eropa puluhan tahun silam, yang menegaskan pentingnya kebebasan akademik dan hak asasi manusia.
BACA JUGA:
- 7 Link Twibbon Selamat Hari Pelajar Sedunia 2025, Rayakan dengan Foto Terbaikmu
- Happy International Students’ Day! Inilah 30 Ucapan Selamat Hari Pelajar Sedunia 2025 yang Bisa Dibagikan ke Media Sosial
Berawal dari Tragedi Praha 1939
Penetapan 17 November sebagai Hari Pelajar Internasional bermula dari insiden mengerikan di Cekoslowakia (sekarang Republik Ceko dan Slovakia) pada tahun 1939, saat negara tersebut berada di bawah pendudukan Nazi Jerman.
Pada Oktober 1939, mahasiswa kedokteran di Praha memulai demonstrasi damai untuk memperingati kemerdekaan Republik Cekoslowakia, sekaligus menentang kebijakan pendudukan Nazi.
Sayangnya, pawai ini dibalas dengan kekerasan oleh pasukan Nazi.
Dalam insiden 28 Oktober 1939, seorang mahasiswa kedokteran bernama Jan Opletal menderita luka tembak parah.
Jan Opletal meninggal dunia akibat lukanya pada 11 November 1939. Kematiannya sontak memicu gelombang kemarahan yang lebih besar di kalangan mahasiswa dan publik.
Prosesi pemakaman Opletal pada 15 November dihadiri ribuan mahasiswa yang berduka, namun suasana berubah menjadi demonstrasi anti-Nazi yang berani.
Balasan kejam pada 17 November
Protes keras ini ditanggapi dengan tindakan balasan yang sangat brutal oleh pasukan pendudukan Jerman.
Pada 17 November 1939, pasukan Nazi menyerbu dan menutup paksa semua institusi pendidikan tinggi di seluruh Cekoslowakia.
Lebih dari 1.200 mahasiswa dan dosen ditangkap dan dikirim ke kamp konsentrasi.
Sembilan pemimpin mahasiswa dan profesor dieksekusi tanpa pengadilan sebagai hukuman atas demonstrasi tersebut.
Tragedi ini menarik perhatian komunitas global. Pada tahun 1941, di London, Dewan Pelajar Internasional (sebuah badan yang didirikan oleh pelajar pengungsi) secara resmi mengusulkan tanggal 17 November sebagai hari untuk:
- Mengenang para korban tragedi Cekoslowakia.
- Memperjuangkan hak-hak dan kebebasan pelajar di seluruh dunia.
Dengan demikian, Hari Pelajar Internasional menjadi pengingat abadi akan kekuatan dan
keberanian pelajar sebagai garda terdepan perubahan, serta harga mahal yang harus dibayar demi menyuarakan kebenaran.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply