Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa proyeksikan IHSG 28.000 pada 2030 dan berencana berikan insentif pajak guna perkuat investor domestik.
The Path To Financial Freedom, EduFulus – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan proyeksi yang sangat ambisius bagi pasar modal Indonesia. Ia menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menembus level 28.000 pada periode 2029-2030.
SIMAK JUGA: IHSG Tembus 32.000 dalam 10 Tahun, Menkeu Purbaya: Asal Tidak Direcoki ‘Saham Gorengan’
Di saat yang sama, pemerintah juga mulai mengkaji pemberian insentif khusus bagi para pelaku pasar modal.
Ekspansi Ekonomi Sebagai Motor Penggerak
Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi nasional menjadi fondasi utama yang akan menggerakkan indeks saham. Pemerintah terus berupaya melakukan ekspansi ekonomi secara konsisten guna mendorong performa IHSG di lantai bursa.
SIMAK JUGA: Mimpi Kali! Purbaya Kepedean IHSG Tembus Rekor 9.000 di Akhir Tahun 2025
“Saya selalu bilang, dari mulai titik terendah ekonomi sampai ujung dari masa ekspansi, itu bisa 4-5 kali. Katakanlah sekarang 7.000. Ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029-2030. Itu saya bilang bisa 4-5 kali, bisalah 28.000 paling sial. Mereka bilang, itu Purbaya gila,” ujar Purbaya dalam acara Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di BEI, Senin (27/4/2026).
Purbaya menegaskan bahwa target IHSG yang tinggi sangat realistis berdasarkan bukti historis. Ia mencontohkan periode 2002 ke 2009, di mana IHSG berhasil melonjak 10 kali lipat (dari level 200-an ke 2.500), sehingga pertumbuhan serupa di masa depan pasti bisa terulang selama ekonomi dikembangkan dengan baik.
Wacana Insentif Pajak dan Pengurangan Biaya
Untuk mendukung target besar tersebut, Menkeu membuka peluang pemberian insentif berupa pengurangan Pajak Penghasilan (Income Tax) bagi investor secara bertahap.
Langkah ini bertujuan agar aliran dana di sektor finansial semakin kuat dan bisa digunakan untuk membeli instrumen seperti obligasi (bonds) yang pada akhirnya menggerakkan roda ekonomi.
Selain dari sisi pajak, regulator melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mempertimbangkan insentif berupa pengurangan biaya investasi.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyebutkan adanya potensi penghilangan biaya awal (subscription) maupun biaya penjualan kembali (redemption) untuk investor reksa dana, serta pengurangan biaya pengelolaan tahunan untuk menekan risiko investasi.
Investor Domestik sebagai “Shock Absorber”
Penguatan peran investor domestik dinilai krusial agar pasar modal Indonesia tidak mudah terdikte oleh sentimen asing.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa jumlah investor pasar modal Indonesia kini telah mencapai 24,7 juta orang, yang mayoritas didominasi oleh kalangan muda.
“Di tengah ketidakpastian global, kemampuan domestic market ini menjadi shock absorber (peredam kejut) yang baik,” ujar Airlangga.
Dengan adanya rencana insentif pajak dan pengurangan biaya investasi dalam enam bulan ke depan, pemerintah berharap budaya investasi akan semakin populer dan memperdalam pasar modal nasional menuju target 2030.
SIMAK JUGA: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pede IHSG Sentuh 36.000 pada 2035
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply