
Jelang UTBK SNBT 2026, Wamen Dikti Prof. Stella Christie ingatkan peserta jaga pola tidur demi performa otak yang maksimal.
JAKARTA, KalderaNews,.com – Hitung mundur pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 telah dimulai.
Dengan jadwal perdana yang jatuh pada 21 April 2026, ketegangan mulai dirasakan oleh ratusan ribu calon mahasiswa di seluruh Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, memberikan pesan khusus bagi para pejuang PTN.
Prof. Stella menekankan bahwa kecerdasan intelektual harus dibarengi dengan kesehatan fisik yang prima.
BACA JUGA:
- Jadwal UTBK SNBT 2026 Resmi Diperpanjang, Kini Punya 22 Sesi Ujian!
- Jadwal dan Panduan Lengkap Download Kartu UTBK SNBT 2026
- 5 Aplikasi UTBK Gratis 2026, Lengkap Fitur Cek Peluang Lolos PTN
Tidur, kunci konsolidasi memori
Sebagai pakar ilmu kognitif, Prof. Stella memberikan sorotan tajam pada kebiasaan begadang yang sering dilakukan siswa menjelang ujian. Menurutnya, belajar keras tanpa istirahat justru bisa menjadi bumerang.
“Semangat untuk yang mau UTBK. Jangan tidak tidur, karena tidur itu sangat penting untuk konsolidasi memori,” tutur Stella.
Secara ilmiah, konsolidasi memori adalah proses di mana otak mengubah informasi jangka pendek yang baru dipelajari menjadi memori jangka panjang.
Tanpa tidur yang cukup, materi yang dipelajari selama berbulan-bulan berisiko sulit dipanggil kembali (blank) saat berhadapan dengan soal ujian.
“Menjaga ritme tubuh agar tetap optimal adalah bagian dari strategi kemenangan,” kata Stella.
Dengan persiapan mental yang tenang dan fisik yang bugar, peluang untuk lolos ke perguruan tinggi impian akan semakin terbuka lebar.
Jadwal UTBK-SNBT 2026
Untuk menjaga fokus, para peserta diharapkan memperhatikan kembali detail pelaksanaan agar tidak ada kendala teknis di hari H.
UTBK SNBT 2026 dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 30 April 2026. Namun, dengan adanya penyesuaian di beberapa wilayah jadwal sampai 2 Mei 2026.
Hal ini membuat peserta di lokasi tertentu berpotensi menjalani ujian dalam rentang waktu yang lebih panjang karena jumlah sesi yang diperbanyak menjadi 22.
Materi ujian terdiri atas Tes Potensi Skolastik (TPS), Literasi Bahasa Indonesia dan Inggris, serta Penalaran Matematika.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply