Disorot Karena Kasus Aqib, Eks Kepsek SDN 1 Kebondalem Klarifikasi

Erning Rustini, Kepala SDN 01 Kebondalem yang Dicopot Buntut Kasus Bullying
Sharing for Empowerment

Mantan Kepsek SDN 1 Kebondalem, Erning Rustini, membantah meminta kasus Akib tidak diviralkan serta tuduhan guru mengelap bercak darah.

PEMALANG, KalderaNews.com – Mantan Kepala Sekolah SDN 1 Kebondalem, Pemalang, Erning Rustini, membantah sejumlah tuduhan yang mencuat setelah Muhammad Hasbi Al Aqib.

Aqib adalah siswa kelas 2 SD yang meninggal dunia usai diduga menjadi korban perundungan dan penganiayaan oleh kakak kelasnya.

Nama Erning menjadi sorotan publik setelah kasus kematian Aqib mencuat. Ia diketahui telah dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah SDN 1 Kebondalem terkait kasus tersebut.

BACA JUGA:

Erning kemudian muncul dan memberikan klarifikasi terkait kabar bahwa dirinya meminta agar kasus kematian Aqib tidak diviralkan.

Ia juga membantah tuduhan mengenai adanya guru yang membersihkan bercak darah di hidung korban setelah insiden penganiayaan di sekolah.

Erning Bantah Meminta Kasus Kematian Aqib Tidak Diviralkan

Pernyataan tersebut disampaikan Erning melalui video yang beredar di media sosial. Potongan video klarifikasinya dibagikan oleh akun X @jateng_twit pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Dalam video tersebut, Erning menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta pihak mana pun untuk tidak menyebarluaskan kasus kematian Aqib.

“Tetapi saya tidak pernah mengatakan ‘tolong ya jangan diviralkan’ saya tidak pernah mengatakan seperti itu,” tandasnya.

Klarifikasi itu disampaikan setelah ibu Aqib, Diah Indriyanti, sebelumnya menyebut bahwa mantan kepala sekolah tersebut meminta agar kasus yang menimpa anaknya tidak menjadi viral.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perbincangan di media sosial dan memicu Erning untuk memberikan tanggapan atas tuduhan yang ditujukan kepadanya.

Erning Mengaku Tidak Menerima Laporan Penganiayaan

Selain membantah meminta kasus tersebut tidak diviralkan, Erning juga menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima laporan mengenai dugaan penganiayaan terhadap Aqib di lingkungan sekolah.

Ia turut membantah tuduhan bahwa dirinya menyuruh anak-anak yang menjadi saksi untuk menyebut Aqib hanya terjatuh.

“Demi Allah saya tidak mengelak dan tidak menyuruh anak untuk bilang jatuh karena memang tidak ada laporan tentang kejadian itu,” ujarnya.

Erning mengatakan bahwa dirinya sempat mengadakan pengarahan atau briefing bersama para guru untuk menanyakan kejadian yang menimpa Aqib. Namun, menurut pengakuannya, para guru yang hadir menyatakan tidak mengetahui insiden tersebut.

Bantah Guru Membersihkan Bercak Darah Aqib

Dalam klarifikasinya, Erning juga menanggapi kabar mengenai dugaan adanya guru yang membersihkan bercak darah di hidung Aqib setelah penganiayaan. Korban dilaporkan sempat mengalami mimisan Aqibat kejadian tersebut.

Erning membantah tuduhan itu dan menyatakan tidak ada guru yang membersihkan bercak darah sebagaimana kabar yang beredar.

“Bahkan saya sempat briefing dengan guru-guru menanyakan hal tersebut, tidak ada guru yang mengelap bercak darah di hidung,” tandasnya.

Meski telah memberikan klarifikasi, sejumlah tuduhan yang beredar masih perlu ditelusuri lebih lanjut melalui keterangan para saksi dan pihak berwenang untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa yang menyebabkan Aqib meninggal dunia.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


25 views