
Peraih Nobel Kimia 2026 yaitu Henri B. Kagan dari Université Paris-Sud (Prancis) dan Kenso Soai dari Tokyo University of Science (Jepang).
JAKARTA, KalderaNews.com – Penghargaan Nobel senantiasa menjadi sorotan dunia setiap tahunnya sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi para tokoh yang mendedikasikan diri pada penelitian luar biasa, penemuan teknik atau peralatan baru, serta kontribusi signifikan bagi masyarakat global sesuai bidang keahlian mereka.
Prestasi dan dedikasi gemilang yang diakui melalui penghargaan ini tidak terlepas dari sejarah panjang yang berakar kuat dari wasiat seorang industrialis sekaligus penemu dinamit asal Swedia, yaitu Alfred Nobel.
Alfred Nobel secara resmi menandatangani wasiat penting tersebut yang kemudian menjadi fondasi utama bagi tradisi pemberian penghargaan bergengsi ini di Swedish-Norwegian Club yang terletak di kota Paris pada tanggal 27 November 1895.
BACA JUGA:
- Henri B. Kagan dan Kenso Soai Raih Nobel Kimia 2026, Ungkap Misteri Asimetri Asal Usul Kehidupan
- Inilah Daftar Lengkap Peraih Nobel Fisika dari Masa ke Masa Hingga 2026
- Francis Halzen Sabet Nobel Fisika 2026 Atas Penemuan IceCube
Sejak pertama kali dianugerahkan kepada para tokoh dunia pada tahun 1901, Penghargaan Nobel secara konsisten diberikan untuk mengapresiasi pencapaian inovatif di lima bidang utama kehidupan manusia.
Kelima bidang klasik tersebut meliputi Nobel Fisika dan Nobel Kimia yang ditentukan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia, serta Nobel Fisiologi atau Kedokteran yang berada di bawah wewenang the Karolinska Institute.
Selain bidang sains dan kedokteran, penghargaan prestisius ini juga merangkul bidang humaniora dan perdamaian, yakni kategori Sastra yang ditentukan oleh the Swedish Academy serta Nobel Perdamaian yang dipilih oleh komite khusus bentukan Norwegian Storting.
Perkembangan signifikan dalam sejarah penghargaan ini terjadi pada tahun 1968, ketika Sveriges Riksbank (Bank Swedia) turut mendanai penambahan kategori baru, yakni “Penghargaan dalam Sains Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel,” yang sejak saat itu penentuannya juga dipercayakan kepada Royal Swedish Academy of Sciences.
Penerima Nobel Kimia dari Masa ke Masa
Berikut ini daftar lengkapnya:
2026
The Royal Swedish Academy of Sciences resmi mengumumkan peraih Nobel Prize in Chemistry 2026. Penghargaan bergengsi tingkat dunia di bidang sains ini dianugerahkan kepada dua ilmuwan terkemuka, yaitu Henri B. Kagan dari Université Paris-Sud (Prancis) dan Kenso Soai dari Tokyo University of Science (Jepang). Keduanya diganjar penghargaan tertinggi tersebut atas jasa besar mereka dalam “penemuan efek non-linier dan autokatalisis dalam sintesis asimetris” (for the discovery of non-linear effects and autocatalysis in asymmetric organic synthesis). Penemuan ini berhasil memecahkan teka-teki ilmiah yang telah membingungkan para kimiawan selama lebih dari satu abad.
2025
Akademi Sains Kerajaan Swedia telah memutuskan untuk menganugerahkan Hadiah Nobel Kimia tahun 2025 kepada Susumu Kitagawa, Richard Robson, dan Omar M. Yaghi ‘atas pengembangan kerangka kerja logam-organik (metal–organic frameworks). Para peraih Hadiah Nobel Kimia 2025 telah menciptakan konstruksi molekuler dengan ruang besar tempat gas dan bahan kimia lainnya dapat mengalir.
2024
Penghargaan Nobel Kimia 2024 dianugerahkan kepada David Baker untuk desain protein komputasional, serta Demis Hassabis dan John M. Jumper untuk prediksi struktur protein. Baker berbasis di Universitas Washington di Seattle, Amerika Serikat, sementara dua ilmuwan lain melakukan penelitian mereka di Google DeepMind di London, Inggris. “Temuan yang diakui pada tahun ini berkaitan dengan konstruksi protein yang spektakuler,” ujar Komite Nobel Kimia 2024.
2023
Hadiah Nobel bidang Kimia 2023 dianugerahkan kepada ahli kimia yang berbasis di AS, Moungi Bawendi dari Massachusetts Institute of Technology, Louis Brus dari Universitas Columbia, dan Alexei Ekimov yang bekerja di Nanocrystals Technology atas “penemuan dan pengembangan titik kuantum, partikel nano yang sangat kecil sehingga ukurannya menentukan sifat-sifatnya.”
2022
Hadiah Nobel Kimia 2022 diberikan Carolyn Bertozzi dan Barry Sharpless dari Amerika, bersama dengan Morten Meldal dari Denmark mendapat penghargaan untuk pengembangan kimia klik dan kimia bioortogonal.
2021
Hadiah Nobel Kimia dianugerahkan kepada ilmuwan Jerman Benjamin List dari Max Planck Institute dan ilmuwan kelahiran Skotlandia David W.C. MacMillan dari Universitas Princeton. karena berhasil mengembangkan cara baru membangun molekul yang dikenal sebagai “organocatalysis asimetris”.
2020
Emmanuelle Charpentier (Prancis) dan Jennifer Doudna (AS), untuk mengembangkan teknik penyuntingan gen yang dikenal sebagai “gunting” pemotongan DNA CRISPR-Cas9.
2019
John Goodenough (AS), Stanley Whittingham (Inggris) dan Akira Yoshino (Jepang) untuk pengembangan baterai lithium-ion, membuka jalan bagi smartphone dan masyarakat bebas bahan bakar fosil.
2018
Frances H. Arnold (AS), George P. Smith (AS) dan Sir Gregory P. Winter (Inggris) untuk mengembangkan enzim yang digunakan untuk obat kimia dan antibodi yang lebih hijau dan lebih aman dengan efek samping yang lebih sedikit.
2017
Jacques Dubochet (Swiss), Joachim Frank (AS) dan Richard Henderson (Inggris), untuk mikroskop cryo-elektron, metode untuk pencitraan molekul kecil yang beku.
2016
Jean-Pierre Sauvage (Prancis), Fraser Stoddart (Inggris) dan Bernard Feringa (Belanda) untuk mengembangkan mesin molekuler, mesin terkecil di dunia.
2015
Tomas Lindahl (Swedia), Paul Modrich (AS) dan Aziz Sancar (Turki-AS) untuk pekerjaan tentang bagaimana sel memperbaiki DNA yang rusak.
2014
Eric Betzig (AS), William Moerner (AS) dan Stefan Hell (Jerman) untuk pengembangan mikroskop fluoresensi resolusi super tinggi.
2013
Martin Karplus (AS-Austria), Michael Levitt (AS-Inggris) dan Arieh Warshel (AS-Israel) untuk merancang model komputer untuk mensimulasikan proses kimia.
2012
Robert Lefkowitz (AS) dan Brian Kobilka (AS) untuk studi reseptor sel G-protein-coupled.
2011
Daniel Shechtman (Israel) atas penemuan quasicrystals
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply