Pramono Anung Siagakan 367 Faskes DKI untuk Korban Asap Karhutla

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Gubernur Pramono Anung siagakan 367 faskes DKI untuk warga terdampak asap karhutla tanpa syarat KTP. Cek info resminya!

JAKARTA, KalderaNews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah tegas dan responsif dalam menghadapi ancaman dampak kesehatan akibat pencemaran udara dan paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan instruksi siaga penuh bagi seluruh jaringan fasilitas kesehatan (faskes) milik Pemprov DKI untuk melayani masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan maupun masalah kesehatan terkait asap.

BACA JUGA:

367 Fasilitas Kesehatan Disiagakan: Layanan Gratis Tanpa Batasan KTP Jakarta

Untuk memastikan jangkauan pelayanan medis yang cepat dan merata, Pemprov DKI Jakarta menyiagakan total 367 fasilitas kesehatan, yang terdiri dari:

    • 31 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemda DKI
    • 44 Puskesmas tingkat kecamatan
    • 292 Puskesmas Pembantu di tingkat kelurahan

    Menariknya, Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa layanan kesehatan ini bersifat inklusif dan terbuka bagi siapa saja yang terdampak kabut asap, tanpa membatasi domisili KTP.

    “Semua rumah sakit yang ada, 31 untuk yang dimiliki oleh Pemda DKI, 44 puskesmas, 292 pembantu puskesmas sekarang ini semuanya sudah disiagakan untuk siapa pun. Bukan hanya KTP Jakarta, tapi siapa pun yang menggunakan puskesmas ataupun pembantu puskesmas atau rumah sakit itu dipersilakan, selama yang bersangkutan terindikasi terkena hal yang berkaitan dengan asap,” tegas Pramono Anung di Jakarta Timur, Senin (19/10/2026).

    Layanan kesehatan darurat ini sudah berjalan di lapangan, sementara pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus mendata dan memantau pasokan obat-obatan serta jumlah pasien yang memanfaatkan fasilitas tersebut.

    Analisis BMKG: Asap Menjauh dari Jabodetabek, Tetap Ada Sisa di Ketinggian

    Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi perkembangan positif terkait pergerakan polutan asap karhutla.

    Berdasarkan pantauan citra satelit terkini, sebaran utama asap karhutla telah mulai bergerak menjauhi wilayah Jawa bagian barat, termasuk kawasan Jabodetabek, seiring adanya perubahan dan pelemahan arah angin harian.

      Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa sisa sebaran asap kini hanya terdeteksi di area Pesisir Barat Banten pada ketinggian sekitar 10.000–18.000 kaki (3–5,4 km) di atas permukaan laut.

      Keberadaan Asap di Atmosfer Upper Level

      BMKG menekankan bahwa lapisan asap yang berada di ketinggian atmosfer atas tidak serta-merta meningkatkan konsentrasi polutan di permukaan darat yang dihirup langsung oleh warga. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada.

      Strategi Komprehensif Pemprov DKI: Water Mist, OMC, hingga Opsi PJJ

      Penyiagaan ratusan faskes ini melengkapi serangkaian strategi mitigasi pencemaran udara yang telah dijalankan Pemprov DKI Jakarta:

        • Aktivasi 179 Perangkat Water Mist: Terpasang di 145 gedung tinggi untuk mengendapkan partikulat halus di udara.
        • Opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC): Disiapkan bersama instansi teknis untuk merekayasa hujan buatan jika terjadi lonjakan polusi.
        • Skenario Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) & Imbauan Masker: Jika Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) memburuk secara signifikan, rekomendasi PJJ bagi anak sekolah serta pembatasan aktivitas luar ruangan bagi kelompok rentan (anak-anak dan lansia) siap diaktifkan.
        • Pemantauan Real-Time: Mengintegrasikan stasiun pemantau ISPU dan sensor emisi kendaraan bersama BPBD DKI, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kementerian Lingkungan Hidup.

        Imbauan Resmi Pemprov DKI dan BMKG

        Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, memantau indikator kualitas udara harian melalui kanal resmi pemerintah, serta segera mendatangi puskesmas atau RSUD terdekat jika mengalami keluhan pernapasan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata akibat polusi.

        Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

        *Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

        Be the first to comment

        Leave a Reply

        Your email address will not be published.


        *


        21 views