Pemprov DKI Buka Opsi Sekolah PJJ Imbas Asap Karhutla Masuk Jakarta

Polusi udara di Jakarta
Polusi udara dan asap di Jakarta (KalderaNews/JS de Britto)
Sharing for Empowerment

Pemprov DKI Jakarta kaji opsi PJJ, water mist, hingga modifikasi cuaca tanggapi asap karhutla. Keputusan diumumkan Minggu malam.

JAKARTA, KalderaNews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mempertimbangkan sejumlah langkah taktis untuk melindungi masyarakat dari potensi pemburukan kualitas udara akibat sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan yang terdeteksi masuk ke atmosfer Ibu Kota.

BACA JUGA:

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta sekaligus Pengamat Tata Kota, Nirwono Joga, mengungkapkan bahwa pihak Pemprov DKI memantau secara intensif perkembangan kualitas udara hingga Minggu (18/10/2026) malam sebelum mengetok keputusan kebijakan resmi.

3 Kebijakan Utama yang Disiapkan Pemprov DKI Jakarta

Nirwono membeberkan tiga opsi kebijakan strategis yang dapat diterapkan jika parameter kualitas udara dari BMKG dan BNPB menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan:

  1. Rekomendasi Perlindungan Masyarakat (PJJ hingga Masker)
    • Anak Sekolah: Jika kondisi udara terus memburuk, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta akan merekomendasikan skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi para siswa.
    • Lanjut Usia (Lansia): Imbauan ketat untuk membatasi dan mengurangi seluruh aktivitas di luar ruangan.
    • Pekerja Lapangan: Penggunaan masker standar kesehatan diwajibkan bagi pekerja yang terpaksa beraktivitas di ruang terbuka.
  2. Intervensi Teknis Tata Kota (Water Mist & Vertical Garden)
    • Pengoptimalan kembali pengoperasian water mist (penyemprotan kabut air) dari gedung-gedung tinggi di pusat kegiatan perkotaan untuk menekan tingkat polusi dan asap.
    • Pertimbangan penerapan vertical garden di area publik sebagai penyaring polusi alami jangka panjang.
  3. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
    • Memicu presipitasi atau hujan buatan melalui OMC guna meluruhkan partikel asap karhutla yang mengendap di atmosfer.

Hasil Pemantauan Citra Satelit BMKG

Langkah antisipasi ini diambil setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui pemantauan Citra Satelit Himawari-9 mendeteksi indikasi sebaran asap karhutla Kalimantan melintas di atas wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Prakirawan BMKG, Wahyu Argo, menegaskan bahwa asap yang terpantau pada citra satelit berada di lapisan atmosfer atas dan belum tentu mengendap penuh hingga mencapai permukaan tanah (ground level).

Oleh karena itu, pengawasan terus dilakukan guna memastikan apakah konsentrasi polutan benar-benar berdampak langsung pada napas warga Ibu Kota.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


23 views