
JAKARTA, KalderaNews.com – Masa orientasi studi dan pengenalan kampus atau yang biasa dikenal dengan Ospek tidak boleh dilakukan dengan tatap muka secara langsung. Masa pengenalan kampus hanya boleh dilakukan secara daring atau online.
Demikian ditegaskan Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam melalui konferensi video. “Semua basisnya daring, tidak ada pertemuan fisik, apalagi perpeloncoan, sama sekali tidak boleh!” tegasnya.
BACA JUGA:
- Minim Panduan Guru Saat Covid-19, Modul Belajar Mandiri Siswa Kini Digodok
- Duh, Dampak Pandemi Covid-19, Mendikbud: Banyak Universitas Swasta Alami Krisis
- Mantap, Profesor Asal Australia akan Dampingi e-Learning Guru Madrasah
- Lagi-Lagi Soal UKT, Tagar #UniversitasPancenNdlogok Trending di Twitter
- Resmi, Pelajaran Agama dan PPKN Tidak Dilebur
- Direktur UNICEF: Sudah Waktunya Sekolah Dibuka Kembali
Nizam juga meminta agar materi yang umum disampaikan saat masa pengenalan kampus bagi mahasiswa baru diberikan melalui modul via internet. Termasuk pengenalan kehidupan kampus, organisasi, cara belajar, serta pengembangan diri mahasiswa baru.
Selain itu, saat ini Kemendikbud sedang berupaya memberikan pelatihan kepada dosen, bekerja sama Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait jaringan dan memaksimalkan laman serta pengadaan internet yang murah. Tapi Nizam mengatakan bahwa Kemendikbud tidak mempertimbangkan penyesuaian kurikulum pada tahun ajaran baru. Di sektor pendidikan tinggi, katanya, kurikulum lebih mengacu pada hasil akhir pembelajaran.
“Tentu dengan pandemi kita tidak perlu mengubah kurikulum, yang berubah metode pembelajarannya,” terangnya. (yp)
* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu
Leave a Reply