Rata-rata Nilai Ujian Nasional SMA dan SMK Meningkat




Ilustrasi: Hasil UNBK 2019

JAKARTA, KalderaNews.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan bahwa nilai hasil ujian nasional (UN) untuk jenjang pendidikan SMK, SMA, MA, dan program kesetaraan Paket C mengalami peningkatan. “Saat ini, nilainya murni, karena hampir seratus persen mengadakan UN berbasis komputer (UNBK). Dan nilainya menunjukkan kenaikan, meskipun sedikit. Saya kira ini perlu disyukuri. Sebuah titik awal yang baik,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno, beberapa waktu lalu.

Hasil UN ini, lanjut Totok, menjadi umpan balik peningkatan mutu pembelajaran di kelas. “Hasil UN ini selanjutnya akan dianalisis untuk mendiagnosa beberapa topik yang harus diperbaiki di setiap sekolah. Hasil analisis itu akan didistribusikan ke semua dinas pendidikan agar ditindaklanjuti dengan program-program peningkatan mutu pembelajaran,” imbuh Totok.

BACA JUGA:

Sementara, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan, Bambang Suryadi, mengatakan, selain menjadi pilihan ujian bagi generasi mendatang, UNBK dirasa lebih efektif dan efisien dalam konteks waktu, energi, pikiran, dan biaya. “Ketika pelaksanaan UN sudah berintegritas, tantangan berikutnya terletak pada peningkatan kualitas pembelajaran,” ujarnya seperti dikutip dari www.kemdikbud.go.id.

Ujian nasional perbaikan bagi peserta UN jenjang pendidikan menengah/sederajat akan dilaksanakan pada Juli 2019. Dengan demikian, diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan siswa yang memerlukan perbaikan hasil UN, misal untuk memenuhi persyaratan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Sri Renani Pantjastuti mengatakan bahwa hasil analisis UN menjadi salah satu landasan untuk peningkatan kompetensi pembelajaran. “Tujuannya agar pembelajaran lebih baik. Kami sudah siapkan modul-modul pembelajaran,” jelas Renani.

Kemendikbud juga akan terus meningkatkan kualitas dan komposisi soal ujian nasional. Siswa perlu berlatih berpikir memecahkan soal-soal yang memerlukan cara berpikir tingkat tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skills). “Soal-soal HOTS pelan-pelan akan dinaikkan,” kata Totok.

UN 2019 diikuti 8,3 juta peserta didik dengan 103 ribu satuan pendidikan. Sebanyak 91 persen atau lebih dari 7,5 juta peserta didik dan warga belajar mengikuti UNBK. Jumlah peserta UNBK meningkat 19 persen dari jumlah peserta UNBK tahun 2018. (yp)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*