Line-up Platform Kelas Pintar Minus Pendidikan Karakter?

CEO dan Founder Kelas Pintar, Fernando Uffie, Peluncuran GURU Kelas Pintar, Kelas Pintar Luncurkan Guru,
CEO dan Founder Kelas Pintar, Fernando Uffie (KalderaNews/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Pendidikan tidak hanya soal capaian akademik atau kognitif, tetapi juga soal pendidikan karakter. Lantas seperti apa platform online dalam proses ini memberikan sumbangsihnya?

CEO dan Founder Kelas Pintar, Fernando Uffie mengakui dalam proses belajar-mengajar pada dasarnya bukan hanya berkaitan dengan akademik saja, melainkan juga budi pekerti atau pendidikan karakter.

“Hal ini hanya bisa dilakukan dengan interaksi yang baik dengan guru, sekolah dan pastinya dengan orangtua dalam masa pandemi ini yang merupakan bagian utuh dari tujuan pembelajaran itu sendiri,” tandasnya saat berbincang dengan KalderaNews usai peluncuran line-up terbaru Kelas Pintar bernama GURU pada Rabu, 21 Oktober 2020.

BACA JUGA:

Ia berpandangan, keutuhan dalam ekosistem pendidikan Indonesia, peran guru, orang tua dan sekolah terus diperlukan bagi siswa dan ini perlu didukung dengan hal yang mendasar untuk menyediakan konten pendidikan yang berkualitas bagi siswa dan guru.

Pun dalam pembentukan karakter, menurutnya, bisa dilakukan baik secara virtual atau interaksi langsung di kelas dalam penyampaian dan pengukurannya dilakukan oleh guru. 

“Akhlak dan budi pekerti nggak bisa Kelas Pintar tanamkan. Kelas Pintar memfasilitasi dan menyiapkan sarana pendukung serta materi dalam proses mencapai ke tujuan tersebut yang mencakup akademik dan pendidikan karakter,” akunya.

Ia mengakui teknologi dalam wujud apa pun baik itu 4.0, 5.0 atau 10.0 hanya akan menjadi fasilitas dan mempermudah baik dalam penyampaian maupun pengukuran. Pendidikan karakter berpulang kembali kepada manusianya.

“Di jam sekolah, para siswa akan mendapatkan bimbingan langsung dari para guru sekolah dan selepas itu mereka bisa belajar dengan didampingi oleh GURU dari Kelas Pintar,” tandasnya.

Secara konten, apa yang diajarkan akan sama dengan apa yang diajarkan oleh guru di sekolah. 

“Tujuannya adalah agar para siswa bisa mendalami apa yang dipelajarinya di sekolah dan untuk lebih menguatkan pemahaman mereka terhadap konsep pelajaran,” pungkasnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*