5 Cara Menyenangkan Buat Anak Jadi Percaya Diri

Ilustrasi tumbuhkan kepercayaan diri pada anak (KalderaNews/Ist)
Ilustrasi tumbuhkan kepercayaan diri pada anak (KalderaNews/Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com – Harga diri adalah seberapa besar anak-anak menghargai diri mereka sendiri. Mengembangkan harga diri yang positif penting bagi semua anak.

Tetapi bisa lebih sulit bagi anak-anak dengan perbedaan belajar dan berpikir. Itu karena harga diri terkait dengan perasaan anak-anak yang cakap. Anak-anak dengan perbedaan belajar dan berpikir seringkali harus bekerja lebih keras untuk membuat kemajuan di sekolah. Mereka mungkin juga berjuang secara sosial.

Anda dapat membantu anak-anak mengembangkan harga diri yang positif dengan memuji upaya mereka dan membantu mereka mengenali dan menggunakan kekuatan mereka. Berikut adalah cara khusus untuk membantu anak Anda melakukannya.

BACA JUGA:

Ajak dialog dan jadilah panutan.

Bicaralah dengan anak Anda – bukan hanya tentang hal-hal yang menurut anak Anda sulit, tetapi juga tentang hal-hal yang menurut Anda menantang dan harus Anda atasi. Anak Anda senang mendengar Anda berbicara tentang bagaimana Anda menghargai kekuatan Anda sendiri, sambil juga mengakui kelemahan Anda.

Misalnya, jika Anda lemah, tidak apa-apa untuk menyebutnya: “Saya tidak ingat item di daftar belanjaan”. Namun cobalah untuk memasangkan pernyataan tersebut dengan sesuatu yang menekankan pada kemampuan memecahkan masalah Anda: “Lain kali saya akan menggunakan ponsel saya untuk mengambil gambar dari daftar itu kalau-kalau saya lupa membawa kertas itu ke toko.”

Berikan umpan balik yang jelas, tetapi tidak kritis

Mungkin sulit untuk berbicara dengan anak-anak tentang hal-hal yang mereka butuhkan untuk menjadi lebih baik. Tetapi membahas topik-topik itu dengan jelas sebenarnya dapat membantu anak Anda mengembangkan harga diri. Kuncinya adalah membicarakan tantangan dengan cara yang memotivasi anak untuk berkembang tanpa membuat mereka merasa buruk tentang diri mereka sendiri.

Harga diri positif datang dari bekerja keras untuk mencapai tujuan. Jadi, daripada mengkritik, cobalah menawarkan anak Anda tujuan spesifik untuk diusahakan. Misalnya, alih-alih mengatakan “Mengapa Anda selalu meninggalkan pakaian Anda dalam keadaan berantakan?” Anda bisa berkata, “Pakaianmu ada di mana-mana. Kamu bisa kembali ke permainanmu setelah kamu menyingkirkan cucianmu.”

Ajarkan bahwa kesalahan adalah pengalaman belajar

Bagian dari memiliki mindset berkembang adalah mengakui bahwa kesalahan adalah kesempatan belajar. Ketika anak Anda tahu bahwa tidak apa-apa untuk gagal dan ada solusi untuk kesalahan, itu dapat membantu membangun harga diri. Bantu anak Anda menemukan “lain kali Anda bisa” dalam kesalahan. Misalnya, Anda bisa berkata, “Ya, Anda menumpahkan jus. Lain kali Anda menuangkan jus, Anda dapat memegang gelas Anda di atas wastafel. ”

Beri pujian

Penting untuk memuji anak Anda. Tapi bagaimana Anda memuji anak Anda juga penting. Daripada hanya berfokus pada hasil akhir, pujilah bagaimana anak Anda melakukannya. Dengan mengakui pendekatan yang diambil anak-anak untuk mengatasi tantangan, Anda membantu mereka belajar bahwa mereka mampu mengatasi rintangan.

Pujian yang spesifik dan jujur ​​adalah kunci untuk membangun harga diri yang positif. Misalnya, temukan cara untuk memuji anak Anda karena telah bekerja keras dalam proyek yang dilakukan untuk sekolah dan untuk kesenangan.

Anda bisa berkata, “Kerja keras Anda dalam berlatih piano benar-benar terlihat saat Anda memainkan lagu itu. Saya tahu itu sulit pada awalnya, tapi itu baik untuk meminta nasihat guru piano.

Mendorong minat atau mentor ekstrakurikuler

Menemukan aktivitas ekstrakurikuler yang mereka sukai dan kuasai dapat membantu anak-anak menemukan kekuatan mereka dan menjaga perspektif perjuangan akademis. Jika anak Anda memiliki suara yang bagus dan suka menyanyi, carilah paduan suara untuk bergabung. Atau jika anak Anda tertarik pada olahraga, bicarakan tentang mendaftar ke liga sepak bola atau softball setempat.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*