Bila Terjadi Gempa, Apa yang Harus Kita Lakukan? Simak Penjelasan Berikut

Ilustrasi: Bila terjadi gempa bumi, inilah yang harus dilakukan. (KalderaNews.com/Ist.)
Ilustrasi: Bila terjadi gempa bumi, inilah yang harus dilakukan. (KalderaNews.com/Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Tahun 2021 baru menghitung hari. Tetapi bencana alam bertubi-tubi melanda. Banjir, gempa, dan tanah longsor silih berganti. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan bahwa Indonesia memang berada di kawasan berisiko bencana alam.

BACA JUGA:

Maka, kita yang tinggal di kawasan rawan bencana alam ini mesti membekali diri dengan mitigasi dan tindakan yang perlu dilakukan sebelum dan saat terjadi bencana. Nah, berikut ini panduan singkat yang perlu kita lakukan jika terjadi bencana alam gempa bumi:

Sebelum terjadi gempa

Gempa bumi memang bencana yang sama sekali tidak dapat diprediksi terjadinya. Tetapi, ada sejumlah persiapan yang bisa kita dilakukan untuk mengantisipasi bila ada gempa.

Pertama, kita mesti mengecek potensi bahaya di dalam rumah, seperti rapatkan posisi almari ke dinding, tempatkan barang besar dan berat di bagian bawah lemari, taruh barang pecah belah di bagian yang rendah dan tertutup, gantungkan barang berat seperti pigura, foto atau cermin jauh dari tempat tidur, sofa atau tempat duduk.

Selain itu, pastikan lampu yag ada di langit-langit rumah tepasang kuat, perbaiki segera jika ada kerusakan pada jaringan listrik atau gas, bila ada retakan di dinding atau fondasi rumah segera lakukan perbaikan, dan tempatkan bahan mudah terbakar di lemari tertutup dan paling bawah.

Kedua, untuk mempersiapkan diri menghadapi gempa bumi kita bisa melakukan identifikasi lokasi-lokasi aman yang ada di dalam dan luar rumah bila terjadi gempa, seperti:

  • Di bawah perabot yang kuat, seperti meja dan kursi
  • Merapat pada dinding seperti berdiri pada siku bangunan
  • Menjauh dari kaca atau cermin ataupun barang yang berpotensi jatuh
  • Bila di luar rumah jauhi bangunan, pohon dan jaringan telepon atau listrik atau bangunan yang mungkin runtuh.

Jangan lupa untuk membekali diri dan keluarga dengan daftar kontak penting, seperti BPBD, TNI, Polisi, Rumah Sakit, PMI, atau dinas pemadam kebakaran. Anak-anak juga mulai diajari untuk menghubungi nomor-nomor penting tersebut.

Ketiga, logistik yang diperlukan dalam kondisi darurat gempa, seperti lampu senter dan baterai cadangan, radio dengan baterai, perlengkapan PPPK dan panduannya, makanan siap saji dan minuman, obat-obatan, uang secukupnya, sepatu khusus. Selain itu, buatlah kesepakatan dengan anggota keluarga mengenai rencana darurat lokasi berkumpul jika terjadi bencana, misal di masjid atau sekolah.

Saat terjadi gempa

Bila kita berada dalam ruangan saat terjadi gempa, maka yang harus dilakukan adalah:

  • Merunduk hingga menyentuh lantai.
  • Cari perlindungan di bawah meja atau perabot lain yang kuat dan tunggu hingga guncangan berhenti.
  • Apabila tidak ada meja atau perabot untuk berlindung, lindungi kepala dengan lengan, lalu merayap menuju tempat yang dirasa aman.
  • Jauhi gelas, jendela, atau apa pun yang mungkin jatuh
  • Tetap di tempat tidur apabila terjadi gempa, lindungi kepala dengan bantal.
  • Jika ada kemungkinan benda berat akan menimpa, segera menuju ke sisi terdekat yang aman.
  • Tetaplah di dalam ruang hingga guncangan berhenti, dan keluarlah ketika sudah aman.
  • Waspadai segala kemungkinan yang timbul akibat arus pendek
  • Jangan menggunakan lift.

Jika ketika gempa kita berada di luar ruangan, maka yang harus dilakukan adalah:

  • Tetaplah di luar dan jauhi gedung, lampu jalan, atau jaringan berkabel
  • Jangan masuk ke dalam ruang dan tetaplah di luar hingga guncangan berhenti.

Apabila saat gempa kita berada di dalam kendaraan, maka yang harus dilakukan adalah:

  • Menepi dan berhenti segera dan tetaplah tinggal di dalam kendaraan
  • Hindari berhenti di dekat atau di bawah bangunan, pohon, jembatan ataupun jarigan berkabel
  • Lanjutkan berkendara setelah guncangan berhenti.
  • Hindari jembatan atau halangan yang rusak akibat gempa

Bila terjebak di dalam reruntuhan, maka yang harus dilakukan adalah:

  • Jangan menyalakan api
  • Jangan bergerak atau melakukan apapun yang menimbulkan debu atau runtuhan
  • Tutup mulut dengan sapu tangan atau kain
  • Munculkan suara pada pipa atau dinding sehingga tim SAR mendengar
  • Gunakan peluit jika ada
  • Berteriak adalah jalan terakhir yang bisa dilakukan

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*