
Louice Cristiana Mangontan viral usai pernyataannya dalam RDP DPRD Tana Toraja soal dugaan keracunan MBG. Simak profilnya.
TANA TORAJA, KalderaNews.com– Nama Louice Cristiana Mangontan tengah menjadi perhatian setelah pernyataannya dalam rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Tana Toraja terkait dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.
Louice atau yang akrab disapa dengan nama Lusi merupakan salah satu mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makale Batupapan 1.
Dalam RDP yang berlangsung pada Jumat (4/9/2026) lalu ia mempertanyakan alasan sejumlah siswa tetap menyantap makanan MBG meski sebelumnya disebut telah mengetahui adanya bau tidak sedap.
BACA JUGA:
- Viral! MBG Diliburkan, Siswa SD Ini Malah Bersorak Kegirangan
- Tidak Sedikit Lho Ini! JPPI Soroti 43.838 Kasus Keracunan MBG
- Malapetaka MBG: 431 Santri Sidoarjo Tumbang, Apa yang Terjadi?
Salahkan Siswa Masih Mau Makan MBG Meski Tahu Bau Busuk
Dalam video yang beredar di media sosial, Lusi menyebut dirinya memperoleh informasi bahwa beberapa siswa sempat mengeluhkan aroma makanan sebelum dugaan keracunan terjadi.
“Ada eh berbagai informasi yang katanya mau makan sudah bau busuk,” kata Lusi.
Pernyataan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan mengenai keputusan siswa yang tetap mengonsumsi makanan tersebut.
“Kalau tahu sudah bau, kenapa tetap dimakan, tabe?” ujar Lusi sambil menepuk meja ruang sidang paripurna DPRD Tana Toraja.
Pernyataan Lusi tersebut menuai sorotan. Sejumlah warganet mengkritik pernyataannya karena dianggap menyalahkan siswa yang menjadi korban dalam kasus dugaan keracunan MBG.
Dalam kejadian tersebut, sekitar 156 hingga 165 siswa dan guru dilaporkan mengalami sejumlah keluhan kesehatan. Para korban sempat mendapat penanganan di tiga fasilitas kesehatan, yakni RSUD Lakipadada, RS Sinar Kasih, dan RS Fatima. Gejala yang dilaporkan antara lain mual, pusing, dan muntah.
Siapa Louice Cristiana Mangontan?
Louice Cristiana Mangontan diketahui merupakan Ketua Yayasan Magnolia Champaca Virginiana. Yayasan tersebut menjadi mitra SPPG Makale Batupapan 1 dalam pelaksanaan program MBG.
Nama yayasan yang dipimpin Lusi juga pernah muncul dalam kebijakan penghentian sementara sejumlah dapur MBG di Sulawesi Selatan.
Pada April 2026, SPPG Makale Batupapan yang berada di bawah yayasan tersebut termasuk dalam 136 dapur MBG di Sulawesi Selatan yang dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Kebijakan tersebut berkaitan dengan pemenuhan sejumlah standar penyelenggaraan, termasuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply