JAKARTA, KalderaNews.com – Kasus Khairun Nisa (23), gadis asal Palembang yang diamankan di Bandara Soekarno-Hatta karena menyamar sebagai pramugari Batik Air, akhirnya mengungkap sisi lain yang memilukan.
Di balik aksinya yang viral, Nisya ternyata merupakan korban penipuan lowongan kerja yang merasa malu untuk jujur kepada orang tuanya.
BACA JUGA:
- 5 Pekerjaan Freelance yang Paling Dicari di Tahun 2025, Mau Coba?
- Wamen Stella Christie Siap Bantu Fresh Graduate Dapat Pekerjaan, Caranya Gimana?
- Wajib Tahu! Inilah Daftar Jurusan Kuliah S1 yang Lulusannya Cepat Dapat Pekerjaan
Kini, setelah kasusnya ditangani pihak kepolisian, secercah harapan muncul melalui tawaran pendidikan pramugari gratis dari lembaga profesional.
Korban Penipuan dan Beban Moral ke Keluarga
Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, mengungkapkan bahwa Nisya nekat melakukan penyamaran karena sebelumnya telah ditipu oleh oknum yang menjanjikannya lulus menjadi pramugari di Jakarta.
“Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, betul pernah ditipu orang yang menawarkan bisa membantu masuk kerja sebagai pramugari. Dan diminta Rp30 juta,” ujar Kompol Yandri, Selasa (13/1/2026).
Nisya yang sudah berpamitan kepada keluarga untuk seleksi pramugari merasa malu karena uang puluhan juta telah raib namun cita-citanya kandas.
Peristiwa inilah yang mendorongnya nekat mengenakan seragam Batik Air dan ikut dalam penerbangan rute Palembang-Jakarta (ID 7058) seolah-olah sedang bertugas.
Teka-teki Keberadaan dan Isak Tangis Keluarga
Setelah sempat diperiksa dan diserahkan kepada keluarganya di Jakarta, keberadaan Nisya bak “hilang ditelan bumi”. Rumah keluarganya di Kelurahan Muara Kuang, Ogan Ilir, tampak tertutup rapat.
Zarkasih, paman dari ayah Nisya, mengaku sangat terpukul saat melihat cucunya masuk berita televisi. “Kami terus terang tidak tahu persoalannya apa. Awalnya saya nangis, apa salah dia,” tuturnya dengan penuh haru.
Menurut kerabat, Nisya dikenal sebagai sosok yang memiliki cita-cita tinggi namun diduga terjebak dalam rasa frustrasi setelah menjadi korban penipuan.
Dapat Beasiswa 100 Persen dari Aeronef Indonesia
Melihat perjuangan Nisya yang berujung salah jalan, Aeronef Indonesia—sekolah pramugari yang berlokasi di Pare, Kediri—resmi memanggil Nisya untuk mendapatkan pendidikan profesional secara cuma-cuma.
“Kami secara resmi memanggil Kak Nisa untuk mengikuti PENDIDIKAN PRAMUGARI (100% GRATIS). Kami ingin membantu Kak Nisa mengenakan seragam pramugari yang sesungguhnya dengan cara yang benar,” tulis pernyataan resmi Aeronef Indonesia melalui akun Instagram @aeronefacademy.official.
Tawaran ini diberikan sebagai bentuk empati agar niat baik Nisya membahagiakan orang tua dapat terwujud melalui jalur yang sah dan legal, bukan melalui penyamaran yang melanggar aturan.
Banjir Dukungan “Kawal Sampai Jadi”
Netizen yang semula mengkritik kini berbalik memberikan dukungan besar. Banyak yang merasa simpati setelah mengetahui Nisya tidak melakukan tindakan kriminal lain seperti pencurian atau penipuan terhadap penumpang.
“Kawal sampai beneran jadi pramugari kak,” tulis seorang netizen.
“Dia sudah pernah sekolah pramugari tapi ditipu, harapan dia tinggi tapi cara yang diambil salah. Semoga ini rezeki buat Nisa untuk jadi lebih baik,” tambah warganet lainnya.
Saat ini, publik menanti kepastian apakah Nisya akan mengambil tawaran emas dari Aeronef Indonesia untuk memulai karirnya dari nol secara profesional.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Alhamdulillah semoga cita cita dek Nisa untuk menjadi pramugari benar benar jadi kenyataan ,aamiin ya Allah 🤲