
Aksi keji perundungan pelajar di gang sempit Bogor viral. Korban dipaksa push up lalu diinjak tanpa ampun. Pelaku diamankan polisi!
BOGOR, KalderaNews.com – Jagat maya kembali dihebohkan oleh video aksi kekerasan yang melibatkan kalangan pelajar.
Sebuah rekaman memperlihatkan tindakan perundungan (bullying) brutal yang menimpa seorang siswa SMA di kawasan Ciheulet, Kelurahan Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat.
Dalam video yang viral di media sosial tersebut, tampak korban yang bertelanjang dada dipaksa melakukan push up di sebuah gang sempit yang sepi.
BACA JUGA:
- Viral Video Perundungan Siswa SMP di Cirebon, Alumni Sekolah Diduga Turut Terlibat
- Video Perundungan Pelajar SMP di Ambon Viral, Keluarga Desak Sanksi Tegas Pada Pelaku
- Darurat Perundungan! Apakah Indonesia Butuh UU Anti-Bullying?
Melihat korban yang sudah tak berdaya, para pelaku yang berjumlah sekitar lima orang justru melancarkan aksi nekat.
Mereka mencambuk korban menggunakan ranting pohon, menendang, hingga menginjak-injak bagian pinggang, punggung, dan kepala korban yang sudah tengkurap mengerang kesakitan.
Beruntung, suara keributan tersebut sempat terdengar oleh warga sekitar yang langsung melaporkannya ke pihak berwajib.
Meski saat polisi tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) para pelaku sudah bubar, petugas sempat mengamankan sehelai seragam sekolah yang tertinggal di lokasi sebagai petunjuk awal.
7 remaja diamankan
Tak butuh waktu lama bagi aparat kepolisian untuk mengendus keberadaan para pelaku. Kapolsek Bogor Timur, AKP Asep Sundana, mengonfirmasi bahwa seluruh remaja yang terlibat dalam video tersebut kini telah berhasil diamankan.
“Total ada tujuh orang yang kami amankan, termasuk korban. Kasus ini sekarang sudah dilimpahkan dan ditangani oleh Unit PPA Sat Reskrim Polresta Bogor Kota,” jelas AKP Asep Sundana.
Dari hasil penyelidikan mendalam, polisi mengungkap fakta baru. Korban dan mayoritas pelaku ternyata saling kenal dan menimba ilmu di sekolah yang sama.
Lima orang di antaranya tercatat sebagai siswa SMK Bina Warga (BW), sementara dua lainnya merupakan siswa SMK PGRI 2.
Korban sendiri merupakan siswa dari SMK Bina Warga yang berdomisili di daerah Cigombong.
Mengenai seragam sekolah dari wilayah Caringin yang sempat ditemukan tertinggal di lokasi kejadian, AKP Asep meluruskan bahwa pakaian tersebut tidak ada hubungannya dengan kepemilikan korban maupun para pelaku.
Seragam itu sengaja diletakkan di sana oleh orang lain sebelum insiden terjadi. Saat ini, kepolisian masih terus mendalami motif di balik pengeroyokan keji tersebut.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply