
Kasus dugaan penipuan yang kini viral dan menjadi buah bibir netizen ini pertama kali dibongkar oleh akun @ellenterrence
JAKARTA, KalderaNews.com – Jagat maya kembali dihebohkan oleh terbongkarnya skandal penipuan berskala besar yang menyeret nama seorang wanita muda bernama Afid Putri.
Kasus yang kini viral dan menjadi buah bibir netizen ini pertama kali dibongkar oleh akun @ellenterrence, yang membeberkan kronologi bagaimana pelaku berhasil menguras dana para korbannya hingga mencapai angka miliaran rupiah.
Aksi culas ini bermula dari pencitraan Afid yang terlihat sangat sukses mengelola bisnis Event Organizer (EO). Memanfaatkan posisi dan nama besar perusahaan tempatnya bekerja sebagai senjata untuk meyakinkan target, ia mulai gencar mencari para investor yang tergiur dengan iming-iming keuntungan besar.
BACA JUGA:
- Jejak Pendidikan dan Karier Timothy Ronald, Pengusaha Muda yang Terseret Dugaan Penipuan Kripto
- WO Marwah Tipu 58 Calon Pengantin Dibekuk, Tip Memilih WO Terbaik
- 1.260 Jemaah Gagal Umrah, Bos Hanania Travel Digelandang ke Polda
Pada putaran awal, investasi ini berjalan sangat lancar; keuntungan manis sengaja dibayarkan tepat waktu agar para investor makin percaya dan terus-menerus menyuntikkan dana segar dalam jumlah fantastis.
Namun, badai perlahan datang saat Afid mulai gelap mata. Dana investasi yang terkumpul dalam jumlah besar tersebut bukannya diputar untuk bisnis, melainkan diduga kuat digelapkan demi memenuhi gaya hidupnya yang serbabewah dan hedonis.
Akibatnya, ia mulai keteteran dan gagal bayar saat para investor menagih hak mereka. Demi menutupi boroknya yang mulai menganga, Afid memutar otak dengan melancarkan skema Ponzi alias gali lubang tutup lubang.
Ia mulai mengibuli teman-teman dekat serta kenalan barunya untuk menyuntikkan modal ke bisnis EO gadungan tersebut. Polanya tetap sama: di awal, korban-korban baru ini akan menerima bayaran lancar, yang uangnya sebenarnya diambil dari dana korban lain.
Sistem yang rusak ini akhirnya macet total karena ia sudah tidak mampu lagi mengembalikan gunungan uang yang telah digelapkan.
Skandal ini langsung memicu reaksi keras dan kecaman dari publik. Di tengah ramainya utas tersebut, akun @asapro26_shirley ikut bersuara tajam dengan mengingatkan netizen agar tidak mudah tertipu oleh penampilan luar pelaku.
Ia menyindir bahwa wajah pelaku sudah tampak mencurigakan dan menegaskan betapa banyaknya orang zaman sekarang yang bergaya selangit serta pamer kemewahan (flexing), padahal semua itu hanyalah modal hasil menipu.
Kemarahan netizen semakin memuncak saat @ellenterrence ikut menyerang pihak keluarga pelaku lewat sindiran menohok, meminta orang tua Afid untuk ikut bertanggung jawab karena diduga kuat ikut mencicipi dan menikmati aliran dana hasil keringat para korban.
Melihat peliknya kasus ini, akun @jojokun____ muncul di kolom komentar dan melemparkan ide taktis, menanyakan apakah para korban tidak berniat untuk menyatukan suara dan bergerak bersama agar penanganannya lebih kuat.
Pertanyaan tersebut langsung direspons secara real-time oleh @ellenterrence, yang mengonfirmasi bahwa saat ini dirinya memang sedang mengumpulkan massa dan mendata para korban yang ternyata jumlahnya sangat banyak.
Langkah ini diambil karena selama ini para korban bergerak sendiri-sendiri secara mandiri demi mendapatkan hak mereka kembali, sehingga pergerakannya menjadi kurang efektif.
Melalui pembaruan informasi dari akun @ellenterrence, terungkap fakta-fakta lapangan yang sangat miris mengenai kondisi pelaku saat ini. Afid Putri dikabarkan sudah jatuh miskin dan tidak memiliki aset apa pun lagi, bahkan rumah kediamannya yang terletak di kawasan Depok terpantau sudah kosong melompong ditinggal pergi.
Ironisnya, demi bertahan hidup, Afid bahkan tega menipu saudaranya sendiri. Di sisi lain, beberapa korban kini sudah mulai menunjuk kuasa hukum (lawyer) untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.
Di akhir utasnya, @ellenterrence juga memberikan pengumuman penting kepada salah satu korban bernama Dhara yang dilaporkan telah menyita handphone dan laptop milik Afid.
Ia memohon agar Dhara tidak menjual gadget tersebut terlebih dahulu, karena seluruh rekam jejak digital serta bukti transfer penerimaan uang ada di dalamnya, sekaligus mencegah hilangnya jejak pelacakan komunikasi terhadap Afid.
Menutup rentetan kronologi yang mengejutkan ini, akun @k.lidyasusanto hanya bisa mengelus dada sambil berkomentar tak percaya, menyayangkan bagaimana seorang perempuan yang usianya terhitung masih sangat muda bisa senekat itu melakukan penipuan berskala masif.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply