WO Marwah Tipu 58 Calon Pengantin Dibekuk, Tip Memilih WO Terbaik

Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur berhasil membekuk owner Wedding Organizer (WO) Marwah penipu 58 calon pengantin
Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur berhasil membekuk owner Wedding Organizer (WO) Marwah penipu 58 calon pengantin (KalderaNews/IG. @alfiannurrizal.id)
Sharing for Empowerment

Pasutri pemilik WO Marwah ditangkap di Bandung setelah menipu 58 calon pengantin dengan kerugian miliaran rupiah.

JAKARTA, KalderaNews.com – Setelah sempat buron dan berpindah-pindah tempat, pasangan suami istri berinisial ER dan RMS, pemilik Wedding Organizer (WO) Marwah, akhirnya berhasil diringkus oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur.

Keduanya ditangkap pada Sabtu (30/5/2026) di sebuah rumah kontrakan di Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

BACA JUGA:

Saat ditangkap, pasutri ini tidak memberikan perlawanan sama sekali dan langsung diamankan petugas. Polisi kini tengah mendalami apakah pelarian ini disengaja untuk menghindar dari jerat hukum.

Modus Gali Lubang Tutup Lubang dan Kerugian Miliaran

Berdasarkan hasil mediasi dan pemeriksaan sementara di Polres Metro Jakarta Timur, terungkap bahwa manajemen keuangan WO Marwah hancur berantakan.

  • Penyebab Bangkrut: Tersangka mengaku bahwa cabang WO Marwah di Bandung sudah bangkrut sejak tahun 2024.
  • Aliran Dana Korban: Uang setoran dari puluhan calon pengantin baru digunakan secara sepihak untuk menutup utang operasional, membayar gaji karyawan, serta melunasi vendor terdahulu.

“Kalau kata dia sih untuk gali lubang tutup lubang. Jadi uang korban untuk gaji-gaji karyawannya sama vendor,” ujar Aldy (32), salah satu korban.

Hingga saat ini, polisi mencatat data yang sangat memprihatinkan:

  • Total Korban: Diduga mencapai 58 pasangan calon pengantin.
  • Nasib Pernikahan: 2 pasangan tetap menikah tanpa fasilitas yang dijanjikan, sedangkan 56 pasangan gagal menikah.
  • Total Kerugian Sementara: Mencapai Rp 2.658.885.000 (Rp 2,6 miliar) dari 24 korban yang baru terdata resmi. Angka ini diprediksi akan terus bertambah.

Teguran Keras Kapolres dan Janji Manis Tersangka

Kasus ini menjadi viral setelah video pertemuan antara korban dan pelaku diunggah di akun TikTok resmi Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal. Dalam video tersebut, Kapolres memberikan teguran yang sangat keras kepada pelaku.

“Kamu tahu enggak, pernikahan itu sakral. Tetapi kamu melakukan ini dengan modus penipuan. Itu tega. Perbuatanmu keji. Kamu berbohong terus,” tegas Kombes Pol Alfian.

Merespons tuntutan ganti rugi dari para korban yang telanjur kehilangan tabungan nikahnya, pemilik WO Marwah justru memberikan pembelaan dan janji yang dinilai berbelit-belit. Ia berjanji akan mengembalikan uang korban dalam waktu 6 bulan, dengan satu syarat: ia tidak dipenjara.

“Kalau saya tidak dihukum, saya bisa usahakan dalam enam bulan. Kalau Marwah bangkrut, saya bisa membangun yang lain,” ucap owner perempuan tersebut.

Namun, para korban merasa tidak yakin karena pelaku tidak memiliki aset berharga sebagai jaminan selain sisa alat dekorasi, piring, dan baju pengantin di daerah Rorotan.

Proses Hukum Berlanjut

Kini, ER dan RMS telah resmi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana perbuatan curang dan penggelapan.

Pihak Polres Metro Jakarta Timur menegaskan akan terus membuka posko pengaduan dan mengimbau masyarakat atau calon pengantin lain yang merasa menjadi korban WO Marwah untuk segera melapor agar proses hukum dan pelacakan aset bisa berjalan maksimal.

Belajar dari kasus maraknya penipuan berkedok Wedding Organizer (WO) yang baru-baru ini terjadi, impian pernikahan yang indah seketika bisa berubah menjadi mimpi buruk jika salah memilih vendor.

Pernikahan adalah momen sakral sekali seumur hidup, sehingga persiapannya tidak boleh dilakukan secara ceroboh.

Agar tabungan nikah dan momen bahagia Anda aman, berikut adalah tips cerdas dan aman dalam memilih Wedding Organizer terbaik dan tepercaya.

1. Lakukan Riset Mendalam dan Cek Rekam Jejak (Track Record)

Jangan mudah tergiur hanya karena melihat visual yang estetik di media sosial. Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memeriksa rekam jejak mereka secara nyata.

  • Cek Portofolio: Lihat dokumentasi pernikahan asli yang pernah mereka tangani, bukan sekadar foto aesthetic dari internet atau hasil repost.
  • Baca Ulasan Riil: Cari tahu testimoni dari pengantin terdahulu melalui Google Maps, forum pernikahan, atau kolom komentar media sosial yang tidak dikunci atau dibatasi.

2. Pastikan Legalitas Usaha dan Kantor Fisik Jelas

WO yang profesional dan tepercaya umumnya memiliki legalitas hukum yang jelas (minimal berbentuk CV atau PT) serta memiliki kantor fisik yang bisa dikunjungi.

  • Kunjungi Kantornya: Hindari bertransaksi dengan WO yang hanya mau ditemui di kafe atau tempat umum tanpa kejelasan kantor operasional.
  • Guna Kantor Fisik: Jika terjadi kendala atau komunikasi yang tersendat, Anda tahu persis ke mana harus datang untuk meminta pertanggungjawaban.

3. Selidiki Hubungan WO dengan Vendor Lain

WO yang sehat memiliki jaringan kerja sama yang baik dengan berbagai vendor (katering, dekorasi, tata rias, dokumentasi, hingga gedung).

  • Coba tanyakan kepada vendor dekorasi atau katering independen mengenai reputasi WO yang sedang Anda incar.
  • Jika sebuah WO memiliki reputasi buruk seperti sering menunggak pembayaran ke vendor (gali lubang tutup lubang), vendor lain biasanya akan memberikan sinyal atau enggan bekerja sama lagi dengan mereka.

4. Jangan Tergiur Paket Murah yang Tidak Masuk Akal

Skema penipuan paling umum adalah menawarkan paket all-in dengan harga yang jauh di bawah pasaran (diskon fantastis, bonus melimpah, atau promo kuota terbatas).

  • Rasionalisasikan harga sewa gedung, katering per porsi, baju pengantin, dan dekorasi.
  • Jika total harga yang ditawarkan WO terasa terlalu murah dan tidak masuk akal, Anda patut curiga bahwa dana Anda akan diputar untuk membiayai pernikahan orang lain, atau bahkan dibawa kabur.

5. Pelajari Kontrak Kerja Sama (MoU) Secara Detail

Sebelum menyerahkan uang sepeser pun, pastikan ada hitam di atas putih yang mengikat kedua belah pihak secara hukum.

  • Poin Penting: Kontrak harus memuat rincian fasilitas yang didapat, hak dan kewajiban, jadwal pembayaran, hingga pasal mengenai pembatalan (refund) atau ganti rugi jika WO melakukan wanprestasi (gagal memenuhi janji).
  • Simpan Bukti: Pastikan setiap lembar kontrak ditandatangani di atas meterai dan simpan semua bukti transfer pembayaran dengan baik.

6. Gunakan Sistem Pembayaran Bertahap (Termin)

Jangan pernah melunasi biaya pernikahan di awal (DP 100%). WO yang profesional selalu menerapkan sistem pembayaran bertahap (termin), misalnya:

  1. Down Payment (DP) awal untuk mengikat tanggal (biasanya 10% – 20%).
  2. Pembayaran kedua setelah progres persiapan berjalan 50%.
  3. Pelunasan akhir beberapa minggu menjelang hari-H (setelah semua vendor dipastikan aman).

Jika memungkinkan, mintalah sistem pembayaran langsung ke rekening vendor utama (seperti gedung atau katering) untuk meminimalisasi risiko uang Anda disalahgunakan oleh pihak WO.

Memilih WO bukan hanya soal mencari yang paling murah atau paling mewah, melainkan mencari yang paling amanah dan transparan.

Jangan ragu untuk bersikap kritis dan banyak bertanya demi melindungi momen paling sakral dalam hidup Anda dan pasangan.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*