Mutiara Annisa Baswedan raih gelar Master dari Harvard sambil mengasuh bayinya. Simak kisah haru keluarga Anies Baswedan dengan LPDP.
JAKARTA, KalderaNews.com – Kabar bahagia sekaligus membanggakan datang dari keluarga mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Fery Farhati.
Putri sulung mereka, Mutiara Annisa Baswedan, resmi menyelesaikan pendidikan pascasarjana di salah satu universitas terbaik dunia, Harvard University, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat.
Perempuan yang akrab disapa Tia ini sukses meraih gelar Master of Education (M.Ed.) dari Harvard Graduate School of Education, fokus pada program Education Policy and Analysis.
BACA JUGA:
- Mutiara Baswedan Dapat Beasiswa S2 ke Harvard, Direktur LPDP: Status Ekonomi Bukan Faktor Utama untuk Jadi Awardee
- Beda Dengan Anies Baswedan, Sandiaga Uno Larang Anaknya Daftar Beasiswa LPDP, Apa Alasannya?
- utri Anies Baswedan Lolos Beasiswa LPDP Luar Negeri, Fritz Alor Boy: Anak Orang Kaya Masih Berharap Beasiswa Negara?
Keberhasilan ini kian istimewa karena Tia menempuh studinya melalui jalur beasiswa bergengsi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Wisuda Penuh Haru: Gendong Anak di Atas Panggung
Momen kelulusan yang diunggah melalui akun Instagram resmi @aniesbaswedan pada Sabtu, 30 Mei 2026, langsung menyedot perhatian publik. Anies mengungkapkan rasa syukur dan haru yang tak terhingga saat menyaksikan putrinya naik ke atas panggung wisuda.
Menariknya, Tia menerima ijazah magisternya sembari menggendong putra kecilnya, Ibrahim, ditemani sang suami, Ali Saleh Alhuraiby, yang setia berdiri menyambut di samping panggung.
“Memanjatkan rasa syukur tak terhingga ketika menyaksikan Tia naik ke atas panggung wisuda di Harvard, menerima ijazah sambil menggendong Ibrahim, lalu Ali berdiri menyambut di samping panggung,” tulis Anies Baswedan.
Perjuangan Keluarga Muda di Negeri Asing
Nostalgia satu tahun lalu sempat membuat Anies merasa khawatir. Pasalnya, keluarga melepas keberangkatan Tia dan Ali ke Amerika Serikat saat anak mereka baru saja menginjak usia satu bulan.
Menjadi orang tua baru (new parents) di lingkungan asing tentu bukan perkara mudah. Terlebih, tantangan tersebut harus dijalani beriringan dengan standar akademik yang sangat tinggi di kampus kaliber dunia seperti Harvard.

Namun kini, kekhawatiran itu berubah menjadi kebanggaan. Pendiri Indonesia Mengajar tersebut menegaskan bahwa ijazah yang diraih Tia bukan sekadar pencapaian akademis semata.
- Simbol Keteguhan: Bukti nyata kekuatan komitmen dalam menyelesaikan tugas besar.
- Kerja Sama Tim: Keberhasilan yang lahir dari kompromi sehat dan saling dukung antar pasangan.
- Harga Kesabaran: Pengorbanan waktu dan tenaga demi masa depan yang lebih baik.
Polemik Beasiswa LPDP
Sebelumnya, beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang diterima oleh Mutiara Annisa Baswedan untuk kuliah di Harvard University menuai sorotan tajam di media sosial.
Warganet mempermasalahkan statusnya sebagai putri dari tokoh nasional dan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Banyak pihak menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari pengaruh besar serta ketokohan sang ayah.
Polemik ini berkembang seiring munculnya opini publik bahwa beasiswa negara seperti LPDP seharusnya diprioritaskan bagi masyarakat yang kurang mampu secara finansial.
Netizen menyayangkan dana tersebut justru jatuh ke tangan anak pejabat atau keluarga kelas atas. Kritik ini memicu perdebatan mengenai keadilan dan sasaran target distribusi beasiswa pemerintah.
Merespons kegaduhan tersebut, Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, menegaskan bahwa beasiswa ini pada prinsipnya bersifat inklusif untuk seluruh putra-putri terbaik bangsa.
Selama calon penerima mampu memenuhi seluruh persyaratan akademik dan administratif yang ditetapkan, siapa pun berhak mendapatkan kesempatan yang sama, tanpa memandang latar belakang keluarganya.
Guna menjamin aspek keadilan bagi kelompok rentan, Andin menjelaskan bahwa LPDP telah menyediakan skema khusus berupa Program Afirmasi. Jalur ini diperuntukkan bagi masyarakat prasejahtera serta masyarakat dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dengan persyaratan yang lebih dipermudah agar mereka mendapatkan peluang yang jauh lebih besar.
Di sisi lain, pihak LPDP juga mengungkapkan tantangan teknis yang sempat dihadapi Mutiara terkait situasi geopolitik di Amerika Serikat kala itu yang berpotensi menghambat persetujuan visa pelajarnya.
Sebagai langkah antisipasi, LPDP menyatakan kesiapannya untuk membantu mencarikan alternatif universitas lain di negara berbeda, seperti Inggris Raya, jika kendala visa tersebut tidak dapat teratasi.
Siap Berkontribusi untuk Bangsa
Menutup momentum penuh bahagia ini, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut menyampaikan terima kasih mendalam kepada semua pihak yang telah mengirimkan doa dan dukungan moral selama Tia sekeluarga menetap di Cambridge.
Anies berharap, modal ilmu kebijakan pendidikan yang didapatkan Tia dari Harvard dapat diimplementasikan secara nyata. Pengalaman berharga ini diharapkan mampu menjadi bekal kuat bagi Tia dan Ali untuk memberikan kontribusi berdampak bagi masyarakat luas serta bangsa Indonesia ke depan.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply